Thursday, 31 May, 2012

Penggolongan Unsur La dan Ac dalam Tabel Periodik

Dalam sistem periodik pendek, Mendeleyef menempatkan unsur – unsur golongan Lantanida (La s/d Yb) dan unsur – unsur golongan Actinida (Ac s/d No) dalam satu kotak yaitu pada golongan III periode 6 untuk unsur golongan La dan periode 7 untuk golongan Ac?


Penempatan untuk unsur – unsur lantanida dan Actinida berdasarkan konfigurasi elektronnya. Pada Lantanida elektronnya mengisi hingga orbital s atau p diperiode ke-6 karena pada golongan ini sebelum mengisi pada orbital f, elektron terakhir mengisi pada orbital s yaitu 6s. Sedangkan pada golongan Aktinida elektronnya mengisi hingga orbital s atau p di periode ke-7, karena sebelum mengisi pada orbital f, elektron terakhir mengisi pada orbital s yaitu 7s.
Cara 1
Digabungkan dalam golongan III. Karena dalam satu periode memiliki sifat yang mirip dengan Lantanium (57La)  sedangkan dalam satu periode Actinida sifatnya mirip dengan Aktinium (89Ac).
Mengenai penempatan di golongan IIIB dan periode 6 pada Lantanida dan golongan IIIB pada periode 7 untuk golongan Actinida dapat dilihat pada konfigurasi elektronnya yaitu :

57La       = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s25d1
89Ac      = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6 7s2 6d1




Untuk golongan lantanida elektron terluar berada pada kulit ke-6 menunjukkan periodenya adalah periode 6 dan jumlah elektronnya di 6s dan 5d ada 3 menunjukkan golongan III pada golongan transisi. Begitu juga dengan Actinida , elektron berada pada kulit terluar yaitu orbital d , kulit ke-7 menunjukkan periode 7 dan jumlah electron di 7s dan 6d adalah 3. Hal itu menunjukkan golongan III. 

Melukis wajahmu

--persembahan untuk almarhum ayahku. Dalam runtuh kata, runtuh jiwa.





Saat kulukis wajahmu pada tetes hujan yang mencumbu tanah basah
Kisahmu bagaikan kelebat musim yang melesat ke akhir tahun
Menguak abad-abad kesedihan yang tersimpan di bening hujan
Di penghujung malam itu, Ayah, kutuliskan rinduku pada jeda malam yang mengepung insomniaku
“Tolong lemparkan aku pada masa lalu, atau sampaikan sebuah pertanyaanku padanya”, bisikku pada kunang-kunang yang mengerlip enggan
Bulir hujan perhalan meringkus tubuhku menjadi bias cahaya malam yang fana—merah, kuning, hijau, seperti candu yang memabukkan
Gemelutuk gigiku saling beradu, menyeret langkahku menuju ke kaki buaian kasur
Namun tetes hujan yang runtuh dari pohon malam telah menimbun kantuk dan malasku
Telah mengggedor-gedor lorong-lorong yang digenangi berliter-liter air mata—abad-abad kesedihan itu, duhai Ayah
Membayangkan tubuhmu kala itu, seperti mentari: gelincir ke tanah
Seperti mentari: Sang raja yang sinarnya meredup setelah membagikan seluruh miliknya pada bumi yang egois
Duhai, sungguh bagaikan kau yang rela menyeret sebelah kakimu yang pincang, demi merengkuh sebutir nasi
Sementara yang kau dapat bukanlah senyuman, melainkan daftar tagihan baru, dan ucapan pongahku, “Aku bisa bekerja partime, Ayah...”
Hari itu, Ayah, bulir-bulir tanah yang menggerogoti jasad birumu, asyik bercengkrama dengan bulir air mataku
Saat tetes hujan kembali membiaskan jiwaku yang letih menuju pusaramu yang kelabu
Di sinilah aku, gemetar demi mengusir bulir hujan yang runtuh di atas tubuh bekumu yang tersembunyi di balik runtuh tanah
Di sinilah aku, tertatih menghalau teriknya mentari yang mencoba memanggang bulir-bulir tanah coklat tempatmu kini terbaring kaku
Di sinilah aku, Ayah, menyerah pada letih, dan terpuruk di antara timbunan runtuh kata
Di sinilah aku, Ayah, di hadapan peristirahatan hari tuamu.
Bertanya-tanya pada bayang-bayang rapuh
Bertanya-tanya pada bulir hujan yang runtuh
Masih mungkinkah... pintu maafmu terbuka
Dengan kunci yang pernah kupatahkan?
Peristirahatan hari tuamu,
Berdinding doa kami, anak-anakmu yang tertatih menjadi pribadi soleh dan solehah,
Bealaskan amal jariah yang tak pernah ada putus-putusnya,
Beratapkan ilmu yang bermanfaat
Di  depan rumah hari tuamu,
Kembali kulukis wajahmu yang renta...
Namun bukan pada bening hujan,
Bukan di gelincir mentari yang perlahan mencumbu tanah
Bukan di gerak bayang-bayang yang rapuh
Melainkan di sudut terdalam di hatiku
Yogyakarta, 23-3-2012
sajak anak yatim di tengah kepungan insomnia malam dan ketukan hujan di jendela


PS: apa kabar ayahku di alam sana? Apa kabar Bandung? Ah, saking banyaknya tugas-tugas kuliah, aku jadi tak sempat mengunjungi peristirahatan hari tuamu. Aku bahkan saat ini jadi malas-malasan kuliah. Bagaimanapun buruknya aku, Tuhan tahu kau telah mendidikku dengan sekuat tenaga. Seharusnya aku selalu mendengar nasihatmu. Seharusnya. Tapi aku malah mendengar kata kawan-kawanku, nafsuku, pikiranku yang entah meski di mata manusia baik, tapi di mata Tuhan siapa tahu. Ayah, ramadhan ini akan kuhabiskan di kota Yogya ini. Pasti aku akan selalu teringat dirimu. Lebaran yang akan sepi dan terasa menyesakkan.
Yogyakarta, 31-05-12
di tengah kejenuhanku akan tugas kuliah

Contoh PKM-GT--Ringkasan


PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM:
PEMANFAATAN TEPUNG DARI LIMBAH KULIT PISANG DENGAN FORTIFIKASI EKSTRAK GELATIN DARI LIMBAH TULANG IKAN SEBAGAI BAHAN CAMPURAN TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN “MIE INSTAN” 

BIDANG KEGIATAN:
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh :
Nama Ketua Kelompok     : Hurul Aini As Silm


RINGKASAN
        Di Indonesia, secara umum kapasitas produksi mie instan dalam periode lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan rata-rata 18,6% per tahun. Pada tahun 2008, konsumsi mie meningkat 0,9% dari tahun sebelumnya yaitu sekitar 1.725.589 ton per tahun atau jika dihitung konsumsi mie instan per kapita mencapai 63  bungkus per orang setiap tahun. Pada tahun 2009, seiring dengan mulai  membaiknya kondisi ekonomi, kapasitas produksi mie instan diperkirakan meningkat menjadi 1.880.892 ton per tahun (ICN, 2009). Namun, bahan baku dari mie instan yang berupa gandum atau biasa juga disebut tepung terigu merupakan bahan pangan yang 100% masih diimpor oleh negara kita.
        Produksi pisang di Indonesia juga sangat besar sehingga banyak masyarakat yang membuat berbagai produk olahan pisang. Akan tetapi, produk olahan tersebut hanya dimanfaatkan buahnya saja, sedangkan kulitnya tidak dimanfaatkan. Padahal kulit pisang mencapai 1/3 bagian dari buah pisang yang belum dikupas. Di daerah Yogyakarta, produksi pisang tahun 2006 adalah 5.037.472 ton (Produksi Tanaman Sayuran dan Buah-buahan Indonesia, BPS), sehingga jika dilakukan perhitungan maka diperoleh produksi kulit pisang pada tahun 2006 sebesar 1.679.157, 33 ton dan jumlah ini terus meningkat. Jumlah kulit pisang tersebut masih menjadi limbah tanpa manfaat. Selain itu, tulang ikan nila juga telah menjadi limbah pada beberapa rumah makan ikan bakar. Menurut Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, tingkat konsumsi ikan di Yogyakarta dan Solo dibandingkan dengan kota lainnya mencapai antara 13–20 kg/kapita/tahun.
Mie merupakan produk yang dibuat dari tepung terigu yang bahan bakunya merupakan suatu komoditas impor, yaitu gandum. Sementara itu, pembangunan pertanian nasional telah mampu menghasilkan beragam komoditas sumber karbohidrat sebagai upaya penyediaan pangan alternatif bagi masyarakat, diantaranya adalah tepung ketela, tepung jagung, tepung sukun, tepung beras, sorgum, kasava, sagu dan sebagainya.
Sutardi (1981) menyatakan bahwa dalam 100% kulit pisang kering, terdapat kandungan karbohidrat mencapai 18,50 %, 7,08% protein kasar, 8,34% serat kasar, 11,80% lemak kasar, 9,66% abu dan 63,1%  BETN. Di samping itu, limbah tulang ikan nila juga memberikan rendeman gelatin sebesar 11,19%.
Gluten dan gelatin memiliki kesamaan yaitu merupakan protein yang bersifat swelling atau mampu menyerap air. Disamping itu, kandungan karbohidrat pada kulit pisang cukup potensial untuk dapat diolah menjadi bahan baku alternatif pengganti tepung terigu. Dengan mengganti gluten dengan gelatin, diharapkan tepung kulit pisang tidak akan lembek sehingga volume penggunaan tepung kulit pisang bisa lebih besar untuk pembuatan mie. Dari perbandingan mula-mula tepung kulit pisang dengan tepung terigu sebesar 20 : 80, setelah dicampur gelatin menjadi 40 : 60 tepung kulit pisang dibanding tepung terigu.
Perpaduan antara tepung dari limbah kulit pisang dengan fortifikasi ekstrak gelatin limbah tulang ikan nila merupakan bahan baku alternatif yang cukup signifikan untuk menggantikan tepung terigu dalam pembuatan mie instan. Maka, penulis berinisiatif untuk membuat gagasan tertulis ini dengan metode penulisan telaah pustaka sebagai landasan teori yang bersifat argumentatif. Pustaka yang telah diperoleh dianalisis, dibahas dan disusun berdasarkan kerangka teori penulisan.

Hai, Miiko!




Hai, Miiko! (こっちむいて!みい子 Kocchimuite! Miiko) adalah manga yang bercerita tentang gadis kelas 5 SD yang bernama Yamada Miiko beserta dengan teman-temannya. Sebenarnya ada versi terdahulu dari Hai, Miiko! ini, judulnya Namaku Miiko! tapi hanya sampai jilid 4 saja. Isi ceritanya sama, tapi di jilid 1 Miiko dan teman-teman masih duduk di kelas 4 SD. Saat ini komik Hai, Miiko! ini sudah sampai jilid 24 dan diceritakan dalam Miiko Fanbook kalau Miiko sudah kelas 5 SD.
Kadangkala Miiko ditertawakan oleh teman-temannya karena tinggi Miiko kira-kira hanya 122 cm,terutama oleh Tappei temannya. walaupun Tappei sering mengejeknya tetapi Tappei memiliki perasaan pada Miiko. Dalam manga ini, selalu diceritakan keseharian Miiko dan kawan-kawan. Karakter :
  • Miiko Yamada = pemeran utama di komik ini. Dia lahir tanggal 5 Mei di Tokyo. Dia sangat ceria dan senang bermain dengan teman-temannya. Hobinya membaca komik. Terkadang Miiko sangat polos, ia tidak tahu kalau Tappei dan Yoshida menyukainya. Tetapi, kalau Miiko disinggung-singgung soal pacar, Tappei-lah yang ada diingatan Miiko.
  • Mari Shimura = Sahabat Miiko, ia lebih tinggi 8 cm dari Miiko tapi ia lebih gemuk. Mari lahir tanggal 1 Agustus zodiaknya Leo. Keras kepala, tak mau kalah tapi setia kawan. Mari bercita-cita menjadi komikus dan ia mengikuti kelas komik, ia tak pernah putus asa meski karyanya ditolak dan ia harus menetap di kelas C. Mari adalah anak bungsu dari 3-bersaudara di keluarganya.
  • Yuuko Ogawa "Yukko" = Sahabat Miiko dan Mari, Yukko baik, pendiam, penuh perhatian dan suka mengurus orang, ia juga terampil membuat kerajinan tangan dan pintar masak. Ia pacaran dengan Kenta, teman sekelasnya. Yukko sangat mengutamakan persahabatan. Ia selalu mendamaikan Miiko dan Mari yang sering bertengkar. Tanggal lahirnya 14 Maret.
  • Tappei Eguchi = Teman sekelas Miiko yang suka mengejek Miiko tapi sebenarnya Tappei suka dengan Miiko. Ia termasuk anak yang tinggi di kelasnya. Ia agak kasar tapi sebetulnya baik, tapi tak pernah bisa bicara dengan tulus, dan dia sering memarahi Miiko atau Momo kalau mereka sering berbuat nakal. Tappei termasuk anak yang disukai cewek-cewek di kelasnya. Tappei jago dalam cabang olahraga apa saja, ia suka bermain basket dan baseball. Ia bersahabat dengan Kenta.
  • Kenta Satou = Anak pemilik bakery Satou, ia pacar Yukko. Kenta orangnya lucu, santai dan periang, pencerah suasana. Ia adalah teman Miiko di tempat penitipan anak saat masih kecil.
  • Ikuya Yoshida = Murid teladan di kelas, ia menyukai Miiko dan sering bersaing dengan Tappei untuk mendapatkan Miiko. Yoshida orang yang pendiam, tenang dan sangat pintar. Hubunganya dengan mari kian dekat.
  • Miho Tanimura = Teman sekelas Miiko yang sangat menyukai Tappei, ia iri dengan kedekatan Miiko dan Tappei yang membuatnya tidak suka dengan Miiko. Miho orang yang sangat feminin dan modis. Ia selalu berusaha mendekati Tappei. Tapi Tappei tidak punya perasaan apa-apa terhadap Miho.
  • Nomura Yoshiki = Teman sekelas Miiko, ia bercita-cita jadi sutradara film. Ia menyukai Miho dan berjuang agar Miho bisa mendekati Tappei hanya untuk melihatnya tersenyum. Yoshiki agak kasar tapi orangnya serius.
Keluarga Yamada
  • Yamada Kousuke = Ayah Miiko.Ia sangat menyayangi Miiko. Ia seorang juara Tae Kwon Do.
  • Yamada Rie = Ibu Miiko. Ia sayang dengan Miiko, tapi ia lebih sayang Mamoru adik Miiko, tapi sebetulnya ia baik pada Miiko dan Momo meski ia sering memarahi mereka. Bekerja sebagai editor komik Ocha.
  • Yamada Mamoru = Adik Miiko yang lebih muda 6 bulan dari Miiko. Ia suka drift, ia juga suka baseball. Ia sangat sayang sama adiknya Momo dan Miiko meski sering marahan dengan mereka. Mamoru pacaran dengan Yuka.
  • Yamada Momo = Adik Miiko dan Mamoru, sangat tergila gila Mitsubishi Lancer Evolution.
Keluarga Eguchi
  • Eguchi Ryouhei = Ayah Tappei. Tiap kali bertemu istrinya, mereka selalu bertengkar.
  • Eguchi Makiko = Ibu Tappei yang punya toko kelontong bernama Lazy Moon. Ryouhei dan Makiko pernah bercerai, tapi akhirnya menikah lagi.
  • Morimoto Eguchi = Adik Tappei yang berbeda 3 hari. Dia sangat pemarah tetapi kurang seperti Tappei dan terkadang berusaha ingin melawan Mamoru.
Tokoh lain
  • Kobayashi Yuka = Pacar Mamoru, ia orang yang jujur dan feminin.
  • Oonishi Sensei = Wali kelas Miiko, tegas tapi penyayang. Suka kerajinan keramik.
  • Morimoto Nozomi = Teman sekelas Miiko yang jago gambar tapi kena penyakit kanker. Berkat dukungan Miiko dkk, Nozomi akhirnya sembuh dan kembali ke sekolah.
  • Uranai = Teman sekelas Miiko yang suka meramal dan semua ramalannya benar-benar terjadi. Kurang bisa olahraga dan yakin ia bakal kalah saat ikut lomba lari, tapi Miiko menolongnya 'mengubah nasib'.
  • Izawa = Teman sekelas Miiko, ia juga jago gambar. sedikit ketus dan pernah mempunyai masalah dengan Yoshiki tetapi sebenarnya baik.
  • Matsumoto Kaoru = Teman sekelas Miiko, ia hanya tinggal dengan ayahnya. Bermasalah dengan ukuran badannya yang besar, untung saja ia berhasil mengatasinya dengan bantuan Miiko.
  • Aoyama = Teman sekelas Miiko yang pernah disukai Mari.
  • Watanabe = Teman sekelas Miiko, suka mengejek teman-teman sekelasnya. Kompak dengan Nasu, temannya.
  • Nasu = Teman sekelas Miiko yang paling berisik dan suka mengejek teman-teman sekelasnya. Kompak dengan Watanabe, temannya.
  • Yasuko Takahashi "Yakko" = Teman sekelas Miiko yang selalu bicara terus terang, kadang membuat beberapa orang marah.
  • Nakazawa Takuto = Anak klub komik yang seumur dengan Miiko, ia menyukai Mari.
  • Ootomo Takaaki = Atlit lari kelas 6 yang awalnya malas-malasan ikut lomba lari estafet. Karena Miiko, ia memenangkan lomba.
  • Shouma = Murid kelas 2 yang tak bisa bersikap jujur, ia sangat egois dan ia tidak punya teman sampai ia bertemu Miiko.
  • Morimoto Kurumi = Murid kelas 1 yang tak punya teman, selalu ingin dekat Miiko, tapi pada akhirnya ia punya teman baru.

Pengarang Hai, Miiko, Bu Ono Eriko, diisukan (di grup fans fb, dan dimana-mana) meninggal dalam tsunami yang melanda Jepang beberapa waktu lalu. Namun kalau dipikir-pikir mustahil kan? wong saya baru aja baca komik Miiko vol. 24 yang ada komik gratisan Bu Ono--as usual. ini foto beliau. Nyatanya beliau tampak cantik, tidak terlihat kelelahan seperti yang sering digambarkan di komiknya. (haha).
Eriko Ono adalah salah seorang komikus Jepang yang dapat dibilang sangat sukses. Eriko Ono mulai membuat komik Hai Miiko ( Kocchi Muite! Miiko ) sejak tahun 1995 yang merupakan kelanjutan dari komik sebelumnya yaitu Namaku Miiko ( Miiko desu ) yang diterbitkan oleh Shogakukan Jepang. Tanggal 1 Maret 1996, Eriko Ono mendapat penghargaan sebagai komikus paling berprestasi ke 41 dari penerbit Shogakukan. Hingga tahun 2010 komik Hai Miiko telah sampai pada jilid 22. Tujuh belas jilid sebelumnya telah terjual sebanyak 2.300.000 eksemplar pada tahun 2006. Komik Hai Miiko telah diadaptasi ke dalam serial animasi televisi sebanyak 42 episode oleh Toei Animation yang disiarkan di TV Asahi pada 14 Februari 1998 hingga 6 Februari 1999.


untuk bisa membaca manga online, silakan klik situs-situs berikut ini:
http://www.mangafox.com/
http://mangashare.com/
http://stoptazmo.com/
http://mangarun.com/
http://freemangadownload.com/
http://seekmanga.com/
http://www.onemanga.com/
http://www.mangatraders.com
http://www.mangatemple.com
http://www.whatismanga.com
http://mangavolume.com/
http://groups.yahoo.com/
http://mangareturn.com/
http://www.mangahunt.com
http://www.mangadownload.net
http://www.da-anime.org
http://www.realitylapse.com
http://anip.homeunix.com
http://readcomicsonline.blogspot.com/
http://onlinecomics.net/
http://www.zudacomics.com/
http://www.read-manga-online.com/
http://www.mangarooter.com/
http://www.iknalads.com/
http://www.cartooniverse.co.uk/
http://www.anymanga.com/
http://www.mangable.com/
http://www.mangathat.com/
http://www.vimanga.ru/manga/
http://viz.com/download/manga/

Hal yang paling kusuka dari Hai, Miiko, selain menghibur, Sensei Ono Eriko juga selalu menyelipkan pesan-pesan moral bagi pembaca di tiap keping ceritanya. seperti pada komik Hai, Miiko jilid 24, di bab Aku Juga Mau!, Sensei Ono memberikan statement akhir yang bunyinya,
Kita pelan-pelan saja tunggu jadi dewasa, tak usah buru-buru
Khas anak kelas 5 SD yang sekarang sudah banyak hilang di tengah kota kosmopolitan. Ah, komik ini sangat menenangkan, laksana aromatheraphy bagi saya. Saya bahkan rela meninggalkan tugas saya demi membaca komik ini (setelah di toko buku menemukan ini). How refreshing! Sudah seharusnya Hai, Miiko masuk dalam must to read -list siapa pun. Iya, kan?

True Story: Jika engkau dapat bertahan hidup, engkau harus ingat bahwa aku mencintaimu


Ini adalah kisah nyata Pengorbanan Ibu selama Gempa Jepang. Setelah Gempa itu mereda, ketika tim penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayatnya melalui celah-celah. Tapi entah bagaimana posenya aneh bahwa dia berlutut di lututnya seperti orang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang seperti menahan suatu benda. Rumah runtuh telah menimpa punggung dan kepalanya.

Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita.Dia berharap bahwa wanita ini bisa masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku mengatakan bahwa dia telah meninggal pasti.

Dia dan seluruh tim meninggalkan rumah ini dan akan mencari bangunan runtuh berikutnya. Untuk beberapa alasan, pemimpin tim didorong oleh suatu kekuatan yang menarik dia untuk kembali ke rumah kehancuran wanita yang sudah meninggal. Sekali lagi, dia berlutut dan digunakan telah melalui celah-celah sempit untuk mencari ruang kecil di bawah mayat. Tiba-tiba, ia berteriak dengan anak kegembiraan, "A! Ada seorang anak! "Seluruh tim bekerja bersama-sama; hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda-benda rusak di sekitar wanita mati.Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus dalam selimut bunga di bawah tubuh ibunya yang sudah meninggal. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan besar untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya runtuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak kecil itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya. Dokter medis datang dengan cepat memeriksa kondisi anak kecil tersebut.

Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, "Jika engkau dapat bertahan hidup, engkau harus ingat bahwa aku mengasihi mu." Ini ponsel berkeliling dari satu tangan ke tangan lain.Setiap orang yang membaca pesan tersebut menangis. "Jika engkau dapat bertahan hidup, engkau harus ingat bahwa aku mencintaimu." Itulah cinta ibu kepada anaknya!


sumber: note fb.

Thursday, 17 May, 2012


LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II
PERCOBAAN VI
STOIKIOMETRI KOMPLEKS AMMIN-TEMBAGA(II)



Disusun Oleh :
Nama             : Hurul Aini As Silmi
Jurusan          : Kimia           
Fakultas        : Mipa
Hari, Tanggal : Selasa, 8 Mei 2012
Asisten         : Priyagung Dhemi Widiangkoko


LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2012


STOIKIOMETRI KOMPLEKS AMMIN-TEMBAGA(II)

INTISARI
Hurul Aini As Silmi
09/282362/Pa/12439
Jurusan Kimia, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta


            Percobaan ini bertujuan untuk menentukan rumus molekul kompleks ammin-tembaga (II) dan menentukan kuantitas Δo ligan ammonia dan air.
            Penentuan rumus molekul kompleks ammin-tembaga (II) dilakukan berdasarkan dengan distribusi ammonia berlebihan dalam air dan kloroform. Sedangkan, penentuan kuantitas Δo ligan ammonia dan air dilakukan berdasarkan panjang gelombang (λ) serapan warna kompleksnya.
            Berdasarkan perhitungan eksperimen, kompleks yang terbentuk adalah [Cu(NH3)4]2+ dan Δo yang lebih besar  adalah Δo ligan NH3.

Keyword : kompleks ammin-tembaga (II)



STOIKIOMETRI KOMPLEKS AMMIN-TEMBAGA (II)

I. TUJUAN
     1. Menentukan rumus kompleks ammin-tembaga (II)
     2. Menentukan kekuatan ligan ammonia dan air

II. LANDASAN TEORI
            Ion kompleks atau terdiri dari atom atau ion pusat dan sejumlah ligan. Jumlah relatif komponen-komponen ini dalam kompleks stabil mengikuti ketentuan stoikiometri , walaupun ini tidak diinterpretasikan dengan konsep klasik valensi. Atom pusat dapat dikarakterkan oleh bilangan koordinasi yang menunjukkan jumlah ligan (monodentat) yang dapat membentuk kompleks stabil dengan satu atom pusat. Dalam kebanyakan kasus, bilangan koordinasi adalah 6 (sebagai dalam kasus Fe2+, Fe3+, Zn2+, Cr3+, Co3+, Ni2+), kadang 4 (Cu2+, Cu2+), tetapi 2 (Ag2+) dan 8 ( beberapa ion dalam kelompok platinum) bisa terbentuk. Ligan tersusun disekitar atom pusat secara simetris. Ion anorganik sederhana dan molekul seperti NH3, CN-, Cl-, H2O membentuk ligan monodentat  (Svehla,1979).
            Ekstraksi cair – cair adalah teknik dimana larutan ( biasanya berair) dilakukan kontak dengan pelarut kedua ( biasanya organic), utamanya tidak larut dalam pelarut pertama, untuk mengadakan transfer satu atau lebih solut ke dalam pelarut kedua. Dalam kasus solute anorganik terkait dengan sampel dalam larutan berair sehingga diperlukan pembentukan senyawa, seperti khelat logam netral dan ion kompleks, yang dapat diekstraksi ke dalam pelarut organik. Untuk memahami prinsip dasar ekstraksi, bermacam aturan yang digunakan untuk menunjukkan pemisahan harus ditentukan. Untuk solut A didistribusikan antara dua fasa tak larut a dan b, Hukum Distribusi Nerst diberikan dalam molekul tetap dalam kedua cairan dan temperatur konstan (Basset, 1989).
Pada ekstraksi cair-cair, satu komponen bahan atau lebih dari suatu campuran dipisahkan dengan bantuan pelarut. Proses ini digunakan secara teknis dalam skala besar misalnya untuk memperoleh vitamin, antibiotika, bahan-bahan penyedap, produk-produk minyak bumi dan garam-garam. logam. Proses inipun digunakan untuk membersihkan air limbah dan larutan ekstrak hasil ekstraksi padat cair (Rahayu, 2009).
            Kompleks koordinasi menyerap cahaya pada daerah nampak dalam spektrum, menunjukkan warna khusus. Teori medan kristal dan medan ligan yang telah dikembangkan dapat menerangkan interpretasi warna. Ligan memimpin, untuk octahedral, ke stabilisasi orbital diagonal (t2g) dengan -4Dq (-0,4Δo) dan destabilisasi orbital aksial (eg) dengan +6Dq (+6 Δo) dan pemisahan Δo ; untuk sejumlah besar kompleks, Δo berada pada range ~7000 - ~40.000 cm-1,  yang berada dalam daerah infrared dekat- tampak-ultraviolet dekat. Energy dibutuhkan untuk promosi elektron dari tingkat lebih rendah ke lebih tinggi, dan dimana energi ditangkap antara tingkat yang sama dengan daerah spektra cahaya tampak, dalam mencapai keadaan tereksistasi bagian terpilih dari spektra cahaya berwarna diserap; kita melihat residu sebagai warna dalam kompleks. Jika diagram spilting oktahedral diuji untuk semua transisi ion logam deret pertama dalam medan octahedral, dapat diketahui konsep dan dapat dimengerti mengapa beberapa senyawa tidak berwarna (Lawrance, 2010).

III. ALAT DAN BAHAN
            ALAT
Alat - alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah buret 50 mL, mikroburet 5 mL, corong pisah, Erlenmeyer, pipet gondok 10 mL, pipet ukur 10 mL, gelas eker, pipet tetes.
            BAHAN
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah larutan standar H2C2O4 0,1 M, larutan ammonia 1 M, larutan ion Cu 0,1 M, arutan HCl 0,055 M, kloroform, indicator phenolphtalin (PP), dan indicator metil orange (MO).

V. CARA KERJA
a.  Standarisasi Larutan
a.  Larutan NaOH
Buret 50 ml disiapkan dan diisi dengan NaOH yang akan distandarisasi. Erlenmeyer sebanyak 3 buah diisi dengan 5 ml larutan standar H2C2O4 0,1 M dan ditambah 2 tetes indicator PP. kemudian dititrasi dengan larutan NaOH.
b. Larutan HCl
Buret 50 ml disiapkan dan diisi dengan HCl yang akan distandarisasi. Erlenmeyer sebanyak 3 buah diisi dengan 10 ml larutan NaOH dan ditambah 2 tetes indicator PP. kemudian dititrasi dengan larutan HCl.
c.  Larutan NH3
Buret 50 ml disiapkan dan diisi dengan HCl yang akan distandarisasi. Erlenmeyer sebanyak 3 buah diisi dengan 5 ml larutan NaOH dan ditambah 2 tetes indicator PP. kemudian dititrasi dengan larutan HCl.
b. Penentuann Koefisien Distribusi  Ammonia antara Air dan Kloroform
Sebanyak 10 ml larutan NH3 (hasil standarisasi) dan 10 ml akuades ditambahkan ke dalam corong pisah dan dikocok hingga homogen. Kemudian ditambahkan 25 ml kloroform ke dalam corong pisah dan dikocok selama 5 – 10 menit. Corong didiamkan sebentar sehingga tampak jelas ada dua lapisan. Kedua larutan kemudian dipisakan. Larutan kloroform 10 ml dipindahkan ke dalam Erlenmeyer yang berisi 10 ml air dan ditambahkan indicator metil orange. Larutan dititrasi pelan – pelan dengan larutan standar HCl 0,055 M menggunakan buret mikro 5 ml. Titik ekivalen ditandai dengan terjadinya perubahan warna menjadi merah.
c.  Penentuan Rumus Kompleks Cu-ammin
Langkah ini dilakukan serupa dengan langkah penentuan koefisien distribusi ammonia, hanya 10 ml air ditambahkan ke dalam corong pisah diganti dengan 10 ml larutan ion Cu2+ 0,1 M.

VI. HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PERCOBAAN
1.      Standarisasi asam-basa
Volume rata-rata HCl = 23,57 mL, [NaOH] = 0,085 M
Volume rata-rata NaOH = 1,2 mL [HCl] = 0,71 M
Volume rata-rata HCl = 9,67 mL, [NH3] = 0,73 M
2.      Penentuan koefisien distribusi
Volume rata-rata HCl = 1,98 mL
Kd = 6,00 x 10-3
3.      Penentuan rumus kompleks
Volume rata-rata HCl = 1,78 mL
Rumus molekul kompleks [Cu(NH3)7]2+


DAFTAR PUSTAKA
Jika ada yang membutuhkan daftar pustaka, silakan hubungi saya.



Asisten



Priyagung Dhemi Widiangkoko
Yogyakarta, 8 Mei 2012
Praktikan



Hurul Aini As Silmi

Wednesday, 16 May, 2012


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK
PERCOBAAN IV

PENENTUAN KOMPOSISI ION KOMPLEKS
Disusun Oleh :
Nama                                    : Hurul Aini As Silmi
Fakultas / Jurusan               : MIPA / Kimia
Kelompok                             : II
Hari/Tanggal                        : Selasa, 10 April 2012
Asisten                                  : Mustika Yuniarti

LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
2012



PERCOBAAN IV
PENENTUAN KOMPOSISI ION KOMPLEKS
A.                TUJUAN
Mempelajari penentuan komposisi larutan kompleks ion besi salisilat menggunakan metode Jobs

B.                 TINJAUAN PUSTAKA
Senyawa Kompleks
Banyak kation yang membentuk kompleks dalam larutan dengan bervariasi substansi berdasarkan elektron tak berpasangan yang dimiliki oleh mereka yang dapat membentuk senyawa koordinasi dengan logam. Ion logam dalam larutan merupakan asam Lewis (senyawa penerima pasangan elektron) dan ion pengompleksnya merupakan bawa Lewis (senyawa yang mendonorkan elektron) (Christian, 1994).
Ligan didalam ion kompleks berupa ion-ion negatif seperti F- dan CN- atau berupa molekul-molekul polar dengan muatan negatifnya mengarah pada ion pusat seperti H2O atau NH3 (Sukardjo, 1997). Ligan seperti I-, NH3, CN- hanya memiliki satu atom donor pasangan elektron, dan disebut monodentat. Ligan yang mempunyai atom donor lebih dari satu disebut multidentat. Bidentat kalau punya dua donor, terdentat bila tiga, kuadridentat, pentadentat, dan seterusnya bila mempunyai atom donor pasangan elektron sebanyak 4, 5, 6. Contoh ligan bidentat adalah etilen diamin, H2N-CH2CH2-NH2 yang memiliki dua atom donor yaitu kedua atom N dan 8-hidroksikuinolin (oksin). Sedangkan ligan polidentat contohnya adalah EDTA yang memiliki enam buah atom donor pasangan elektron yaitu melalui kedua atom N dan keempat atom O (dari OH) (Harjadi, 1990).
Pembentukan kompleks dalam analisis anorganik kualitatif sering trelihat dalam pemisahan dan identifikasi. Salah satu fenomena yang paling umum muncul jika ion kompleks terbentuk adalah adanya perubahan warna d dalam larutan. Fenomena lain yang yang terlihat jika adalah kenaikan kelarutan. Banyak endapan yang dapat melarut karena pembentukan kompleks (Vogel, 1985).

Spektrofotometer UV-Vis
Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur energi secara relatif jika energy tersebut ditransmitansikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungs dari panjang gelombang. Spektrofotometer juga digunakan untuk mengukur transmitansi ataupun absorbansi suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang, pengukuran terhadap sederetan sampel pada pada suatu panjang gelombang tunggal. Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer mengukur intensitas cahaya yang diabsorpsi (Khopkar, 1990).
Semua molekul dapat mengabsorpsi radiasi di daerah UV-Vis karena memiliki electron, baik berpasangan maupun bebas yang dapat dieksitasikan ke tingkat energy yang lebih tinggi. Prinsip kerjanya adalah radiasi polikromatis dipancarkan dari sumber radiasi, melewati monokromator sehingga diperoleh radiasi yang monokromatis. Radiasi monokromatis ini kemudian diteruskan ke kuvet yang berisi larutan yang yang akan dianalisis (analit). Radiasi tersebut akan dipantulkan, diabsorpsi dan ditransmitansikan. Suatu senyawa dapat dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis jika memiliki gugus kromofor pada strukturnya (Underwood, 2001).

Metode Jobs
Metode Jobs merupakan metode yang digunakan untuk menentukan bilangan koordinasi suatu senyawa kompleks di mana berbagai jumlah dari larutan stock A dan B dicampur, dilakukan variasi terhadap perbandingan mol reaktan namun konsentrasi totalnya dibuat konstan (Facchiano, 2002). Metode ini mengharuskan konsentrasi total larutan tetap sama dalam setiap seri sampel. Sederetan larutan disiapkan di mana konsentrasi total dari ion logam dan ligannya  dibuat konstan, namun perbandingan keduanya divariasi. Oleh karena itu, konsentrasi ion logam akan meningkat, sedangkan konsentrasi ligan akan menurun(Anonim, 2009).
Sebuah grafik sebagai hubungan antara absorbansi  dengan fraksi mol disiapkan.  Ketika fraksi mol ligan meningkat, akan tercapai suatu titik di mana logam dan ligan berada dalam kuantitas stoikiometris. Hal ini ditunjukkan dengan absorbansinya yang maksimum. Karena ligan yang dimasukkan semakin banyak dan logam telah diambil, maka absobansinya akan turun kembali (Anonim, 2009).


         
C.      METODE PERCOBAAN
C.1. Alat
Pada praktikum penentuan komposisi ion kompleks ini, peralatan yang digunakan adalah 1 set alat spektrofotometer UV-Vis, 10 buah labu ukur 10 ml dan 1 buah pipet ukur 10 ml.

C.2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan da;am praktikum ini meliputi larutan besi (III) sulfat, larutan asam salisilat dan larutan HCl 2.10 -3M.

C.3. Prosedur Percobaan
Larutan Fe3+ dan asam salisilat 2.10 -3M dalam 2.10 -3M HCl serta 10 buah gelas ukur 10 ml disiapkan. Kemudian pada labu ukur pertama dimasukkan larutan Fe3+, sedangkan labu ukur yang lain diisi dengan larutan campuran Fe3+ dan asam salisilat sebanyak 10 ml dengan fraksi mol asam salisilat (X) 0,1 ; 0,2 ; 0.3; 0,4; 0,5; 0.6; 0.7; 0,8 dan 0.9.
Panjang gelombang maksimum dari setiap larutan ditentukan pada interval panjang gelombang 350-700 nm. Kemudian serapan dari semua larutan diukur pada panjang gelombang maksimum yang diperoleh. Harga Y (dari persamaan 11) dihitung pada setiap panjang gelombang untuk  semua larutan tersebut. selanjutnya dibuat kurva hubungan antara Y dengan X untuk setiap panjang gelombang yang diberikan. Kemudian dari harga X yang memberikan kurva maksimum, harga n ditentukan untuk kompleks [Fe(asa)n]3+  yang ada di dalam larutan.





D.      HASIL DAN PEMBAHASAN
D.1. Hasil Percobaan

0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9
490
0,243
0,395
0,498
0,505
0,46
0,369
0,297
0,209
0,121
500
0,232
0,412
0,514
0,508
0,469
0,395
0,301
0,221
0,121
510
0,255
0,414
0,515
0,544
0,495
0,405
0,312
0,219
0,122
520
0,232
0,401
0,525
0,557
0,491
0,395
0,306
0,213
0,126
530
0,235
0,389
0,516
0,554
0,489
0,39
0,307
0,211
0,114
540
0,225
0,389
0,508
0,544
0,472
0,398
0,308
0,189
0,11
550
0,222
0,387
0,5
0,526
0,47
0,382
0,292
0,192
0,114
560
0,203
0,361
0,454
0,488
0,438
0,352
0,269
0,181
0,101
570
0,196
0,349
0,454
0,481
0,427
0,345
0,272
0,187
0,104

Panjang gelombang maksimum = 510 nm dan 520nm.
Bilangan koordinasi = 1
Struktur ion kompleks yang diperoleh adalah [ Fe (asa)]3+













F.                      DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2009, Job’s Method for Determination of Stoichiometry, http://www.wpi.edu/Academics/ Depts/Chemistry/General/jobsmethod.html, diakses pada 28 Maret 2012
Christian, Garry D., 1994, Analytical Chemistry, John Willey and Sons, Inc.
Facchianno, Antonio dan  Raaele Ragone, 2002, Modification of Jobs method for  determining the stoichiometry of protein–protein complexes, Science Direct Analytical Biochemistry 313 (2003) 170–172
Harjadi, W., 1990, Ilmu Kimia Analitik Dasar, Penerbit Gramedia, Jakarta
Khopkar, 1990, Konsep Dasar Kimia Analitik, UI-Press, Jakarta
Sukardjo, 1997, Kimia Fisik, PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Underwood, A.L., dan Day R. A., 2001, Analisis Kimia Kualitatif, Edisi Keenam,  Erlangga, Jakarta
Vogel, 1985, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Mikro, PT. Kalman Media Pustaka, Jakarta

                                           
H.                     LEMBAR PENGESAHAN


Mengetahui,
Asisten Praktikum,




Mustika Yuniarti
Yogyakarta, 10 April 2012
Praktikan,



Hurul Aini As Silmi