Tuesday, 28 September 2010

PERAN AIR DALAM KEHIDUPAN

Menurut PP No 82 Tahun 2001 definisi air adalah semua air yang terdapat di atas dan di bawah permukaan tanah kecuali air laut dan air fosil. Airis a chemical compound and polar molecule, which is liquid at standard temperature and pressure. adalah senyawa kimia dan molekul polar, yang cair pada suhu dan tekanan standar. It has the chemical formula H 2 O, meaning that one molecule of water is composed of two hydrogen atoms and one oxygen atom. Ini memiliki rumus H2O kimia, yang berarti bahwa satu molekul air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Water is found almost everywhere on earth and is required by all known life.Sekitar 70% dari permukaan bumi ditutupi oleh air, dengan jumlah sekitar 1.368 juta km3. Semua bagian air di daratan dihubungkan dengan laut dan atmosfer melalui siklus hidrologi yang berlangsung secara kontinyu. Di Bumi, ditemukan terutama di laut dan badan air besar lainnya, dengan 1,6% air di bawah tanah di akuifer dan 0,001% di udara sebagai uap, awan dan presipitasi. Sebuah jumlah yang sangat kecil air bumi terkandung dalam tubuh biologis dan produk yang dibuat. Earth's gravity allows it to hold an atmosphere .Uap air dan karbon dioksida di atmosfer menyediakan buffer temperatur (efek rumah kaca ) yang membantu mempertahankan suhu permukaan relatif stabil. If Earth were smaller, a thinner atmosphere would allow temperature extremes, thus preventing the accumulation of water except in polar ice caps (as on Mars ). Sehingga bila tidak ada air, maka tidak akan mungkin terdapat atmosfer di bumi, dan memunkinkan makhluk hidup mati sebab bumi tak akan lagi memiliki pelindung.
From a biological standpoint, water has many distinct properties that are critical for the proliferation of life that set it apart from other substances.Dari sudut pandang biologis, air sangat penting baik sebagai pelarut di mana banyak tubuh zat terlarut yang larut dan sebagai bagian penting dari banyak metabolisme proses dalam tubuh.Metabolism is the sum total of anabolism and catabolism. Metabolisme adalah jumlah total anabolism dan katabolisme.In anabolism, water is removed from molecules (through energy requiring enzymatic chemical reactions) in order to grow larger molecules (eg starches, triglycerides and proteins for storage of fuels and information). Dalam anabolism, air akan dihapus dari molekul (melalui energi yang membutuhkan reaksi kimia enzimatik) untuk tumbuh molekul yang lebih besar (misalnya pati, trigliserida dan protein untuk penyimpanan bahan bakar dan informasi).In catabolism, water is used to break bonds in order to generate smaller molecules (eg glucose, fatty acids and amino acids to be used for fuels for energy use or other purposes). Dalam katabolisme, air digunakan untuk memutus ikatan untuk menghasilkan molekul yang lebih kecil (misalnya glukosa, asam lemak dan asam amino yang akan digunakan untuk bahan bakar untuk penggunaan energi atau tujuan lainnya).
In general, ionic and polar substances such as acids, alcohols, and salts are easily soluble in water, and nonpolar substances such as fats and oils areSecara umum, dan zat ionik polar seperti asam, alkohol, dan garam yang mudah larut dalam air, dan zat nonpolar seperti lemak dan minyak tidak. Nonpolar molecules stay together in water because it is energetically more favorable for the water molecules to hydrogen bond to each other than to engage in van der Waals interactions with nonpolar molecules. molekul nonpolar tinggal bersama dalam air karena penuh semangat lebih baik untuk molekul-molekul air menjadi hidrogen ikatan satu sama lain daripada untuk terlibat dalam interaksi van der Waals dengan molekul nonpolar. An example of an ionic solute is table salt; the sodium chloride, NaCl, separates into Na + cations and Cl - anions, each being surrounded by water molecules. The ions are then easily transported away from their crystalline lattice into solutioSebuah contoh dari ionik terlarut adalah garam meja, natrium klorida, NaCl, memisahkan menjadi kation Na + dan Cl - anion, masing-masing dikelilingi oleh molekul air. Ion-ion tersebut kemudian dengan mudah diangkut dari kisi kristal mereka ke dalam larutan. An example of a nonionic solute is table sugar. Sebuah contoh terlarut nonionic adalah gula meja. The water dipoles hydrogen bond to the dipolar regions of the sugar molecule and allow it to be carried away into solution. Air dipol ikatan hidrogen ke daerah dipolar molekul gula dan memungkinkan untuk dibawa pergi ke dalam larutan. Chemically, water is amphoteric: able to act as an acid or base. Kimia, air amfoter: mampu bertindak sebagai asam atau basa. Occasionally the term hydroxic acid is used when water acts as an acid in a chemical reaction. At a pH of 7 (neutral), the concentration of hydroxide ions (OH - ) is equal to that of the hydronium (H 3 O + ) or hydrogen ions (H + ) ions. Kadang-kadang istilah asam hydroxic digunakan bertindak air ketika sebagai asam dalam reaksi kimia. Pada pH 7 (netral), konsentrasi ion hidroksida (OH -) sama dengan yang dari hidronium (H3O+) atau ion hidrogen (H +) ion. If the equilibrium is disturbed, the solution becomes acidic (higher concentration of hydronium ions) or basic (higher concentration of hydroxide ions). Jika kesetimbangan terganggu, solusinya menjadi asam (konsentrasi yang lebih tinggi dari ion hidronium) atau dasar (tinggi konsentrasi ion hidroksida).
Without water, these particular metabolic processes could not exist.Tanpa air, proses-proses metabolik tertentu tidak bisa eksis. Selain itu, air juga sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida Air memainkan peran penting dalam perekonomian dunia, karena berfungsi sebagai pelarut untuk berbagai macam zat kimia dan memfasilitasi pendingin industri dan transportasi. Approximately 70% of freshwater is consumed by agriculture . [ 9 ] Sekitar 70% dari air tawar dikonsumsi oleh pertanian. Air merupakan pelarut yang baik karena polaritasnya. The solvent properties of water are vital in biology, because many biochemical reactions take place only within aqueous solutions (eg, reactions in the cytoplasm and blood)Sifat-sifat pelarut air sangat penting dalam biologi, karena banyak reaksi biokimia terjadi hanya dalam larutan air (misalnya, reaksi dalam sitoplasma dan darah). In addition, water is used to transport biological moleculesSelain itu, air digunakan untuk mengangkut molekul biologis.When an ionic or polar compound enters water, it is surrounded by water molecules.
Ketika sebuah atau senyawa ionik polar masuk air, karena dikelilingi oleh molekul air. The relatively small size of water molecules typically allows many water molecules to surround one molecule of solute . Ukuran relatif kecil molekul air biasanya memungkinkan molekul air banyak untuk mengelilingi satu molekul zat terlarut.The partially negative dipoles of the water are attracted to positively charged components of the solute, and vice versa for the positive dipoles. Dipol negatif sebagian air tertarik untuk dibebankan komponen positif dari zat terlarut, dan sebaliknya untuk dipol positif. Air murni sebenarnya insulator yang baik (konduktor miskin), yang berarti bahwa tidak menghantarkan listrik dengan baik. Because water is such a good solvent, however, it often has some solute dissolved in it, most frequently salt. Karena air adalah suatu yang baik pelarut, namun, sering kali memiliki beberapa zat terlarut terlarut di dalamnya, garam yang paling sering. If water has such impurities, then it can conduct electricity much better, because impurities such as salt comprise free ions in aqueous solution by which an electric current can flow. Jika air telah kotoran tersebut, maka bisa menghantarkan listrik lebih baik, karena kotoran seperti garam terdiri dari ion-ion bebas dalam larutan air dengan arus listrik yang dapat mengalir. Air adalah baik pelarut dan sering disebut sebagai universal pelarut. Substances that dissolve in water, eg, salts , sugars , acids , alkalis , and some gases – especially oxygen, carbon dioxide ( carbonation ) are known as hydrophilic (water-loving) substances, while those that do not mix well with water (eg, fats and oils ), are known as hydrophobic (water-fearing) substances. Zat yang larut dalam air, misalnya, garam, gula, asam, alkali, dan beberapa gas - terutama oksigen, karbon dioksida (karbonasi) dikenal sebagai hidrofilik (pencinta air) zat, sementara mereka yang tidak bercampur dengan baik dengan air (misalnya, lemak dan minyak), dikenal sebagai hidrofobik (takut air) zat. Semua komponen utama dalam sel (protein, DNA, dan polisakarida) juga dilarutkan dalam air. Dengan air sebagai, pelarut tekanan osmotik bertindak untuk mengangkut air yang diperlukan ke dalam sel. With cells bathed in the interstitial fluid, diffusion contributes to carrying needed molecules into the cells. Dengan sel mandi dalam cairan interstisial, difusi memberikan kontribusi untuk membawa molekul yang diperlukan ke dalam sel. Air sebagai pelarut mengangkut sisa-sisa metabolisme, termasuk karbon dioksida dan ureum untuk dikeluarkan dari tubuh melalui paru-paru, kulit, dan ginjal.
Cairan dalam tubuh kita juga berperan sebagai pengatur panas dengan cara penguapan dan evaporasi. Perhitungannya setiap penguapan 1 gram air dapat menurunkan panas tubuh sebanyak 6 kalori. Tapi ingat bila penguapan kebablasan akan terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. Ini yang tidak boleh terjadi. Adanya dehidrasi dalam tubuh yang kebablasan mengakibatkan kontrol suhu tubuh kehilangan kontrol. Kehilangan 1- 2 % cairan tubuh saja dampaknya bisa menurunkan. Air adalah dasar untuk fotosintesis dan respirasi. Photosynthetic cells use the sun's energy to split off water's hydrogen from oxygen. Sel fotosintesis menggunakan energi matahari untuk memisahkan hidrogen dari air oksigen. Hydrogen is combined with CO 2 (absorbed from air or water) to form glucose and release oxygen. Hidrogen digabungkan dengan CO 2 (diserap dari udara atau air) untuk membentuk glukosa dan oksigen rilis. All living cells use such fuels and oxidize the hydrogen and carbon to capture the sun's energy and reform water and CO 2 in the process (cellular respiration). Semua sel hidup penggunaan bahan bakar tersebut dan mengoksidasi hidrogen dan karbon untuk menangkap energi matahari dan air reformasi dan CO 2 dalam proses respirasi sel. Air adalah pusat untuk netralitas asam-basa dan fungsi enzim. An acid, a hydrogen ion (H + , that is, a proton) donor, can be neutralized by a base, a proton acceptor such as hydroxide ion (OH − ) to form water. Asam, ion hidrogen (H +, yaitu, proton) donor, bisa dinetralisir oleh basa, akseptor proton seperti ion hidroksida (OH -) untuk membentuk air. Water is considered to be neutral, with a pH (the negative log of the hydrogen ion concentration) of 7. Acids have pH values less than 7 while bases have values greater than 7.
Air dianggap netral, dengan pH (log negatif dari konsentrasi ion hidrogen) dari 7. Asam memiliki nilai pH kurang dari 7 sementara basis memiliki nilai lebih dari 7. Tubuh manusia yang mana saja dari 55% menjadi 78% air, tergantung pada ukuran tubuh. Untuk berfungsi dengan baik, tubuh membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air per hari untuk menghindari dehidrasi, jumlah yang tepat tergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan faktor lainnya. Air berfungsi untuk mentransportasi mineral, vitamin, protein dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Keseimbangan suhu tubuh akan sangat tergantung pada air, karena air merupakan pelumas jaringan tubuh sekaligus bantalan sendi-sendi , tulang, dan otot. Air mempunyai berbagai fungsi dalam proses vital tubuh, yaitu sebagai pelarut dan alat angkut. Air di dalam tubuh berfungsi sebagai pelarut zat-zat gizi berupa monosakarida, asam amino, lemak, vitamin, dan mineral serta bahan-bahan lain yang diperlukan tubuh seperti oksigen, dan hormon-hormon. Air juga sebagai katalisator dalam berbagai reaksi biologik dalam sel, termasuk di dalam saluran cerna. Air juga sebagai pelumas dalam cairan sendi-sendi tubuh. Air juga sebagai fasilitator pertumbuhan. Juga, sebagai bagian jaringan tubuh diperlukan untuk pertumbuhan. Dalam hal ini air berperan sebagai zat pembangun. Dan juga sebagai pengatur suhu tubuh.
Dengan terpenuhinya kebutuhan ini, maka seluruh proses metabolisme dalam tubuh manusia bisa berlangsung dengan lancar. Sebaliknya, jika kekurangan air, maka proses metabolisme terganggu. Akibatnya bisa terjadi dehidrasi, yang pada tahapan berikutnya dapat menimbulkan kematian. Sekitar 60-70 % dari komposisi tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air (cairan). Secara kimia, air mempunyai sifat yang cukup unik. Tidak seperti senyawa lain, air tidak bisa disintesis secara kimia. Jadi, air hanya dapat diperoleh dengan memasukkannya ke tubuh. Jika kekurangan air, maka tubuh manusia bisa mengalami dehidrasi. Peristiwa dehidrasi ini bisa terjadi melalui penyakit diare. Diare dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Atau dehidrasi juga bisa terjadi pada mereka yang melakukan olahraga berat sehingga banyak mengeluarkan keringat yang merupakan hasil metabolisme dalam tubuh untuk menghasilkan energi. Jika banyak mengeluarkan keringat, berarti banyak cairan tubuh yang keluar. Dehidrasi juga bisa terjadi pada orang yang berada di daerah yang sangat kering atau tandus, atau bisa terjadi pada orang yang bekerja di ruangan ber-AC. AC dapat menyedot cairan yang ada di sekitarnya.Water can act as either an acid or a base in reactio


Dalam kimia, ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. Walaupun lebih kuat dari kebanyakan gaya antarmolekul, ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen dan ikatan ion. Dalam makromolekul seperti protein dan asam nukleat, ikatan ini dapat terjadi antara dua bagian dari molekul yang sama. dan berperan sebagai penentu bentuk molekul keseluruhan yang penting.
Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N, O, atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang lemah(1-2kJ mol-1) hingga tinggi (>155 kJ mol-1). Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atom-atom dalam molekul tersebut. Semakin besar perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk.
Ikatan hidrogen mempengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin besar ikatan hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus pada air (H2O), terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi perbedaan elektronegativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam florida. Ikatan ini merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain yang mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang sama. Contoh: molekul H2O, molekul HF. Oksigen memiliki elektronegativitas lebih tinggi dari hidrogen, sisi dari molekul dengan atom oksigen memiliki muatan negatif parsial. A molecule with such a charge difference is called a dipole. Sebuah molekul dengan perbedaan biaya seperti disebut sebuah dipol. The charge differences cause water molecules to be attracted to each other (the relatively positive areas being attracted to the relatively negative areas) and to other polar molecules. This attraction is known as hydrogen bonding . Perbedaan biaya menyebabkan molekul air menjadi tertarik satu sama lain (yang positif daerah yang relatif tertarik dengan negatif daerah yang relatif) dan molekul polar lainnya. atraksi ini dikenal sebagai ikatan hidrogen .
Ikatan hidrogen juga memberikan air perilaku yang tidak biasa ketika beku. Just like most other materials, the liquid becomes denser with lowering temperature. Sama seperti bahan-bahan lainnya sebagian besar, cair menjadi lebih padat dengan menurunkan suhu.However, unlike most other materials, when cooled to near freezing point, the presence of hydrogen bonds means that the molecules, as they rearrange to minimise their energy, form a structure that is actually of lower density: hence the solid form, ice, will float in water. Namun, karena adanya ikatan hidrogen dalam molekul-molekul, air mengembang saat membeku (lain bahan yang paling menyusut pada solidifikasi). Air cair mencapai densitas tertinggi pada suhu 4 ° C. This has an interesting consequence for water life in winter. Hal ini memiliki konsekuensi yang menarik bagi kehidupan air di musim dingin. Water chilled at the surface becomes denser and sinks, forming convection currents that cool the whole water body, but when the temperature of the lake water reaches 4°C, water on the surface, as it chills further, becomes less dense , and stays as a surface layer which eventually forms ice. Dingin di permukaan air menjadi lebih padat dan tenggelam, membentuk arus konveksi bahwa air dingin seluruh tubuh, tetapi ketika suhu air danau mencapai 4 ° C, air permukaan, seperti menggigil lebih lanjut, menjadi kurang padat, dan tetap sebagai lapisan permukaan yang pada akhirnya bentuk es. Since downward convection of colder water is blocked by the density change, any large body of water frozen in winter will have the bulk of its water still liquid at 4°C beneath the icy surface, allowing fish to survive. Sejak konveksi ke bawah air dingin diblokir oleh perubahan kerapatan, badan besar air beku di musim dingin akan memiliki sebagian besar air masih cair pada 4 ° C di bawah permukaan es, memungkinkan ikan untuk bertahan hidup. This is one of the principal examples of finely-tuned physical properties that support life on Earth that is used as an argument for the anthropic principle. Ini adalah salah satu contoh utama tuned fisik sifat-halus yang mendukung kehidupan di Bumi yang digunakan sebagai argumen untuk prinsip antropis.
Karena molekul air tidak linier dan atom oksigen memiliki lebih elektronegativitas dari atom hidrogen, ia membawa muatan negatif sedikit, sedangkan atom hidrogen sedikit positif. As a result, water is a polar molecule with an electrical dipole moment . Akibatnya, air adalah molekul polar dengan momen dipol listrik . Water also can form an unusually large number of intermolecular hydrogen bonds (four) for a molecule of its size. Air juga bisa merupakan jumlah besar yang luar biasa dari antarmolekul ikatan hidrogen (empat) untuk sebuah molekul ukurannya. These factors lead to strong attractive forces between molecules of water, giving rise to water's high surface tension [ 11 ] and capillary forces. Faktor-faktor ini menyebabkan kekuatan menarik yang kuat antara molekul air, sehingga menimbulkan air yang tinggi tegangan permukaan dan kecenderungan air untuk bergerak ke atas melawan gaya gravitasi. This property is relied upon by all vascular plants , such as trees.
Ikatan hidrogen yang kuat memberikan air sebuah kebersamaan yang tinggi dan, karenanya, tegangan permukaan. This is evident when small quantities of water are put onto a nonsoluble surface and the water stays together as drops. Hal ini terbukti ketika sejumlah kecil air ditempatkan ke permukaan air nonsoluble dan tetap bersama sebagai tetes. This feature is important when water is carried through xylem up stems in plants; the strong intermolecular attractions hold the water column together, and prevent tension caused by transpiration pull. Other liquids with lower surface tension would have a higher tendency to "rip", forming vacuum or air pockets and rendering the xylem vessel inoperative. Hal ini penting ketika air dilakukan melalui xilem sampai batang pada tanaman; gaya tarik antarmolekul kuat menahan kolom air bersama-sama, dan mencegah ketegangan yang disebabkan oleh transpirasi menarik cairan. Jika tegangan permukaannya lebih rendah, maka akan ada kecenderungan yang lebih tinggi untuk membentuk vakum atau kantong udara dan rendering xilem kapal tidak berfungsi. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif ketimbang elemen‐elemen lain tersebut (kecuali flor). Tarikan atom oksigen pada elektron‐elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap‐tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik‐menarik listrik antar molekul‐molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing‐masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik‐menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.

Passing Grade universitas Gajah Mada

Berikut adalah Passing Grade UGM Jurusan IPA
1. Pendidikan Dokter : 55.00 %
2. Teknik Elektro : 45.50 %
3. Ilmu Komputer : 45.33 %
4. Teknik Industri : 44.67 %
5. Elektronika dan Instrumentasi : 44.50 %
6. Teknik Kimia : 44.00 %
7. Pend. Dokter Gigi : 42.50 %
8. Fisika Teknik : 42.17 %
9. Farmasi : 41.50 %
10. Teknik Nuklir : 41.50 %
11. Teknologi Pangan & Hasil Pertanian : 38.83 %
12. Statistika : 37.00 %
13. Matematika : 36.67 %
14. Kimia : 36.33 %
15. Ilmu Keperawatan : 36.17 %
16. Arsitektur : 35.83 %
17. Teknik Mesin : 35.67 %
18. Mikrobiologi Pertanian : 35.17 %
19. Teknik Sipil & Lingkungan : 35.17 %
20. Ilmu dan Industri Peternakan : 34.50 %
21. Gizi Kesehatan : 33.17 %
22. Teknik Geologi : 33.00 %
23. Teknologi Industri Pertanian : 32.83 %
24. Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian) : 32.33 %
25. Perencanaan Wilayah dan Kota : 32.17 %
26. Geofisika : 30.50 %
27. Biologi : 29.67 %
28. Fisika : 29.50 %
29. Teknik Geodesi : 28.83 %
30. Kartografi & Penginderaan Jauh : 28.33 %
31. Pembangunan Wilayah : 28.00 %
32. Geografi dan Ilmu Lingkungan : 27.50 %
33. Agronomi : 27.17 %
34. Budidaya Hutan : 26.50 %
35. Pemuliaan Tanaman : 26.50 %
36. Konservasi Sumberdaya Hutan : 25.33 %
37. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian : 25.33 %
38. Kedokteran Hewan : 25.17 %
39. Teknologi Hasil Perikanan : 25.00 %
40. Ilmu Tanah : 34.83 %
41. Teknologi Hasil Hutan : 34.50 %
42. Manejemen Sumberdaya Perikanan : 34.33 %
43.Budidaya Perikanan : 23.50 %
44.Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan : 22.33 %

VARIAN-- SEBUAH CERPEN FIKSI ILMIAH

Cahaya era Robonium menyelubungi bumi, menjadi awal yang terlalu menyilaukan bagi peradaban baru umat manusia. Jalanan tampak dipadati oleh kendaraan yang melesat seolah dikejar kesibukan yang tiada mati-matinya serta oleh orang-orang yang sekadar ingin menikmati udara kota yang sejuk; melepaskan diri dari rutinitas yang mematikan.
“Apa berita hari ini, Jack?” Yola muncul dengan baju kitin terusannya yang sama seperti yang ia kenakan tiga hari lalu, melirik ke arah kapsul data yang sedang menampilkan data dalam flatop, komputer era Robonium yang setipis kertas, seringan kapas, touch screen, dan transparan. Wangi melati yang menyegarkan menguar dari baju anti-bakterinya. Beberapa Robotters hilir mudik membawakan pesanan makanan dalam sekali tolakan saja. Yola selalu ingin bisa melayang-layang seperti mereka, dan betapa senangnya ia ketika Papanya membelikan shoegas pertamanya saat ia balita! Namun, kekagumannya memudar setelah tahu bahwa medan nol-gravitasilah yang menyebabkan mereka bisa melayang dalam sekali tolakan. Oh, ia sungguh tak percaya sesederhana itu!
“Masih soal krisis pangan. Pemerintah masih kewalahan menangani krisis pangan, Semenjak bioethanol jadi bahan bakar masyarakat dunia, kita semua awalnya merasa inilah jalan keluar untuk mengakhiri era bahan bakar fosil. Namun, lihat saja berita serta penemuan yang menggemparkan media akhir-akhir ini,” Jack, yang mengenakan mantel kitin abu-abu, berargumen sambil menekan beberapa tombol yang membuat layar transparan di hadapan mereka menampilkan beberapa artikel dengan foto yang bergerak-gerak. Mereka menyensor artikel itu dalam beberapa detik menggunakan lensa penyensor yang tertanam di permukaan mata, dan berdecak keras, tampak prihatin.
Yola memulai argumennya, “Publik sudah terlanjur bergantung pada bioethanol. Namun krisis pangan tidak bisa diabaikan juga. Penemuan terbaru bahkan mengatakan bahwa karbon dioksida hasil pembakaran bioethanol yang diklaim dapat dirombak oleh alam sebab lebih alami dari pada karbondioksida haril pembakaran premium, rupanya jika jumlahnya menumpuk di alam dapat bereaksi dengan sesamanya membentuk sampah radioaktif—hei!!“
Jack rupanya tidak mendengarkan argumennya, malah melirik remaja cewek di sampingnya yang sedang asyik melukis di atas kanwall—kanvas digital. Gadis itu tampak asyik menggoreskan pena ke atas layar kanwall yang sesungguhnya flatop multifungsi. Hanya saja, semakin banyak aplikasi dan semakin sederhana tampilan dari flatop, semakin mahal harganya. Bedanya dengan kanvas konvensional, hasil lukisan yang dibuat di atas kanwal adalah gambar tiga atau empat dimensi, tergantung resolusi alatnya.
“Eh, aku hanya lihat saja, habis benda itu keren sih. Aku dari dulu selalu ingin, hanya saja Papa selalu bilang aku belum cukup besar untuk memiliki—“
Yola tak peduli, dan kembali membeberkan argumennya, “Pemerintah dan para scientis sempat berpikir apakah mereka harus kembali ke bahan bakar fosil lagi sampai diputuskan apakah akan dikembangkan alat pelacak gas alam yang lebih efisien ataukah pada akhirnya berani mengembangkan mesin anti gravitasi baru secara global. Yah, bakal jadi pe-er generasi kita, nih. Kalau aku yang jadi Menteri Riset dan Teknologi sih—“
Jack cepat-cepat menyela ucapan yang nyaris ribuan kali didengarnya dari bibir kembarannya itu, “Kau akan mendemonstrasikan kendaraan yang memiliki teknologi tolakan gravitasi, dan namamu akan menjadi merek mobil, dan akan terus dibahas di media massa dunia sebab kau adalah Menristek wanita pertama di negaramu dan—dan—“
“Daripada debat kusir gak jelas, mending kalian bantuin Ayah melayani para tamu. Batrai beberapa Robotters sudah mulai lemah. Ayo, kita tak punya banyak waktu. Para pelanggan sangat sibuk.” tiba-tiba sebuah suara menyela diskusi mereka. Sesosok pria berbadan gempal berdiri melayang-layang di atas shoegas tak jauh dari mereka.
“Kami tidak debat, Pah. Ayolah. Masa kerja terus,” jawab Yola sebal, namun ditolakkannya juga badannya yang mungil dengan kedua shoegas pinknya, melesat menyusul Ayah mereka. Jack bergegas menyusul mereka dan lenyap ditelan pintu sebuah ruangan sederhana di sisi barat restoran.
***
Pulau-pulau satelit tampak berlumuran cahaya di kejauhan, melayang-layang anggun beberapa meter di atas permukaan air laut, berpusing dengan kecepatan cahaya mengitari pulau-pulau utama, sehingga menghasilkan gaya sentrifugal dan sentripetal yang membuat mereka tetap berpusing dalam orbit masing-masing.
Yola menatap nanar ke arah cahayanya yang menyilaukan, membiarkan matanya sesaat larut dalam gemerlap magis yang diciptakannya. Inilah saatnya, ia menguatkan hati. Tak sampai sepersekian detik, terdengar bunyi alarm berkumandang di ruangannya, diikuti suara sebuah robboters, “Lapor. Uraian komposisi udara terbaru. Berikut rinciannya, kadar gas metan 60%, sampah radioaktif mencapai 10%, dan 30% lainnya adalah unsur yang dibutuhkan makhluk hidup untuk melakukan aktivitas seluler. Laporan selesai.” Terdengar bunyi pip sebentar, dan hening. Yola mengerutkan dahinya, mencoba berpikir keras—
Tiba-tiba pintu kantornya terkuak…
Rupanya sekretarisnya yang masuk tanpa permisi. “Ah, jadi kau baru saja mempelajari etika baru, eh? Kenapa—“ Yola menelan kembali emosinya ketika melihat sosok yang mengikuti sekretarisnya—Tuan Tadame! Buru-buru dihampirinya sosok itu, dan mereka berjabat tangan erat. Sekretarisnya bergegas keluar dengan satu tolakan cepat, dan menghilang di pintu. Yola memulai, “Ah. Tuan Tadame, saya kira sekretaris saja masuk saja tanpa permisi. Rupanya saya kedatangan tamu penting. Silakan duduk—“
“Aku tak punya banyak waktu melayani basa-basimu. Dengar, situasi genting. Aku sengaja tidak memberitahumu kedatanganku ini, atau meneleponmu melalui boks realphone atau saluran hubungan lain. Mereka—para wartawan yang haus berita—pasti sudah menyadap semua hubungan yang keluar dan masuk ke dalam flaptop atau realphoneku. Mengerti? Nah, begini. Publik sudah tahu kau bekerja di lembaga penelitian di USA. Entah bagaimana kabar pengangkatanmu menjadi Menristek wanita pertama diikuti kabar bahwa jika terjadi hl itu akan berdampak peluncuran besar-besaran Eimobil ke pasaran. Phobia publik tentang kadar udara yang sudah tercemar radioaktif membuat mereka takut bahwa peralihan transportasi ini akan memperparah kondisi atmosfir—“
“Apa bedanya?” entah mengapa kata-kata itu yang keluar dari bibir Yola. Ia melanjutkan, “Sebuah sistem pasti memiliki sisi negatifnya, no one perfect! Manusia dulu mengeluh akan bahan bakar fosil sebab nyatanya memang membawa polusi dan menaikkan suhu bumi sehingga berdampak pada kenaikan air laut yang menenggelamkan pulau-pulau di dunia, termasuk Indonesia. Lagipula, persediaan gas alam memang sudah tidak dapat digunakan untuk konsumsi dunia. Persediaannya nyaris habis. Masyarakat dunia pun beralih ke bahan bakar pangan—bioethanol.
“Memang sudah ada solusi untuk mengatasi krisis pangan akibat penggunaan bioethanol, yakni dengan mensintesa growth artificial hormone yang akan mempercepat pertumbuhan tanaman yang digunakan sebagai bahan pokok untuk pangan dan bioethanol, sehingga tanaman itu menjadi dewasa sebelum waktunya. Tapi akibatnya kadar gas metan dan radioaktif meningkat pesat. Orang-orang pun sudah jenuh sebab harus berjalan-jalan keluar rumah mereka dengan tabung oksigen. Mereka sudah terlalu takut untuk berharap. Jadi, kalaupun berita tentang program peralihan transportasi yang memang akan kugalakkan diketahui publik, apa yang bisa kita lakukan untuk menekan angka demonstrasi dan kekhawatiran ini?” masih sama seperti Yola kecil, ia selalu senang berargumen. Hanya saja, pelantikannya menjadi menteri tinggal hitungan minggu saja, ia tak akan mundur—
“Kau harus membeberkan programmu tentang Eimobil dalam waktu beberapa hari ini ke publik, dan yakinkan publik rencanamu ini tidak berbahaya.”
“Aku—oh tidak. Rancangannya belum sempurna—“
“Kau bisa. Kau yang selalu bilang begitu padaku dulu. Buktikan kata-katamu!” sebuah suara membuat Yola menoleh. Dan agak terkejut ketika didapatinya Jack melayang-layang beberapa meter dari pintu masuk… dan di sebelahnya.. Oh—Ryan, tunangannya. Maka, gadis itu pun perlahan mengangguk mantap, “Baiklah, akan saya usahakan.”
***
“Eimobil adalah singkatan dari A-mobil atau mobil artifisial kloroplas. Deksripsi Eimobil adalah sebagai berikut. Mesinnya menggunakan kapasitor sensor cahaya yang dapat digunakan saat matahari bersinar dan cara kerjanya dengan mengubah energi cahaya menjadi energi kinetik yang dipadukan dengan gaya tolakan sebagai gaya geraknya, sehingga dihasilkan kecepatan maksimum, namun kami belum menyamai kecepatan cahaya. Jika hari gelap, kapasitor akan menonaktifkan diri. Maka mesin akan menggunakan energi yang disimpan di dalam membran tilakoid artifisial yang menyelubungi keseluruhan permukaan Eimobil dan mengubahnya menjadi energi kinetik dengan katalisator panas dan bahan-bahan kimia yang tersimpan dalam mesin mobil. Dengan kata lain, saat matahari bersinar, maka kapasitor sensor cahaya yang akan berfungsi menjalankan mesin mobil yang energinya diimbangi dengan gaya tolakan mobil, sedangkan seluruh permukaan mobil aktif menyerap energi cahaya matahari dan menyimpannya untuk digunakan saat hari gelap.
“Bentuk mobil ini adalah cakram pejal—umumnya masyarakat lebih mengenal sebagai bentuk piring terbang. Kami menggunakan bentuk tersebut sebab itulah bentuk yang paling ideal untuk dapat menghasilkan gaya tolakan—tentunya Anda semua sudah tidak asing dengan teknologi tersebut, sebab teknologinya sudah berhasil diterapkan pada shoegas yang Anda kenakan sehari-hari. Setelah melalui riset panjang, diketahui hasil pembuangan dari mesin ini adalah—mungkin Anda tidak akan percaya—oksigen yang selama ini kadarnya semakin menipis di bumi kita.
“Secara keseluruhan, kredibilitas Emobil telah diakui dan belum lama ini Emobil mendapatkan pengakuan dari beberapa negara maju dan berkembang. Mereka menyambut ide brilian ini dengan positif. Jadi, saya berpikir mengapa kita yang cukup banyak terlibat dalam proyek Emobil tidak memprakarsai penggunaan kendaraan ini sebagai kendaraan nasional?” Yola mengakhiri jumpa pers resminya dengan sebuah pertanyaan menggantung, yang disambut oleh gemuruh aplaus yang menggetarkan dinding ruang konferensi.
Disampingnya, Ryan menggenggam lengan kirinya yang tersembunyi di balik meja konferensi, menjalarkan kehangatan dan dukungan yang bagi Yola melebihi tepuk tangan para audiens yang jumlahnya mencapai jutaan!
***
“Saya akan terus meningkatkan efisiensi Emobil dan mengurusi masalah teknologi selain masalah transportasi, terutama dalam bidang kedokteran yang beberapa tahun belakangan ini dibingungkan oleh penemuan virus-virus jenis baru. Saat ini saya bersama rekan-rekan sedang berusaha mencari obat dari berbagai penyakit dengan memetakan struktur kuantitatif dari aktivitas reaksi virus tersebut—klik.” siaran berita saluran 7 yang sejak tadi menampilkan sosok Yola yang sedang berpidato tentang hasil penelitiannya langsung padam ketika pria yang sejak tadi duduk di hadapan flaptop menggumamkan kata ‘padam’. Ya, flaptop multifungsi miliknya tidak lagi touchscreen, melainkan sudah menggunakan perintah sensor suara dari si pemilik flaptop.
Ryan mendesah panjang. Ah, Yola. Gadis itu memang sempurna. Ia tak sabar akan menjemput dan mengajaknya berkeliling pulau satelit untuk memastikan seluruh persiapan pernikahan mereka siap digunakan saat hari-H yang tinggal menghitung hari. Tanpa membuang waktu, Ryan langsung menolakkan tubuhnya ke atas lantai dan melesat ke bagasi, mengenyakkan diri di atas jok Eimobil yang menawarkan kenyamanan penuh. Dalam hitungan detik, Eimobilnya sudah berada di jalan tol menuju rumah Yola.
Namun tubuhnya tiba-tiba menegang ketika dirasakannya Eimobil yang dikemudikannya dalam kecepatan penuh mendadak berhenti, sehingga membuat seluruh badan mobil yang ringan terpelanting tinggi ke arah samping—menuju jurang yang pekat dan tak berujung…
***
Aku pernah mendengar bahwa dalam keadaan di antara hidup dan mati seseorang akan menyaksikan flashback seluruh kejadian berharga dalam hidupnya, seperti potongan-potongan puzzle yang bertebaran di alam bawah sadarnya. Lantas aku pun bertanya-tanya, apakah pertemuan pertama kami ada dalam flashback itu? Apakah momen saat ia melukis wajahku di kanwall ditayangkan juga? Atau apakah saat-saat ia menggenggam lenganku di balik meja konferensi masih memiliki tempat untuk diputar dalam kilasan kejadian paling berharga yang dialaminya? Apakah—apakah—
“Jangan lagi menyalahkan mimpi masa kecilmu. Berpikirlah lebih dewasa, Yola! Ryan juga tidak ingin kau mengakhiri keberhasilanmu akibat kematiannya. Suatu peristiwa itu tidak hanya berdampak negatif—suatu saat kau pasti akan mengetahui dampak positifnya. Kita semua hanya bisa berdoa dan menginginkan Ryan tetap hidup.“ Jack yang muncul dalam balutan jaket kitin hitam berkata lirih sambil melirik ke ruang ICU yang dingin dan menguarkan aroma kematian. Beberapa Robboters hilir mudik di koridor, tampak menenteng pil-pil makanan bernutrisi tinggi di atas keranjang makanan.
“Jangan katakan itu lagi. Ryanku pasti sebentar lagi akan bangun dan memastikan seluruh perlengkapan pernikahan kami akan siap saat hari—“
Jack tak tahan lagi, “Hentikan! Tolong! Cobalah untuk tenang dan—“
“Jack, mengertilah! Bagaimana aku bisa tenang jika hasil penemuanku—Emobil sialan itu—ternyata mencelakai tunanganku—orang yang beberapa hari lagi akan menjadi pendamping hidupku. Rasanya, kau tahu… aku seperti dilayangkan tinggi sekali oleh tangan nasib dan aku terbuai oleh gumpalan awan, bintang gemintang, alam semesta… aku terus saja naik ke atas hingga aku sadar di atas sana tidak ada oksigen—maka aku pun terlontar kembali ke bumi… terjatuh dari ketinggian tak terhingga—sungguh menyakitkan rasanya! Baru saja aku berhasil mewujudkan seluruh mimpiku—dan sekarang—rasanya semua itu tak berarti lagi: Ryan koma dan—“ suara Yola menghilang, ditelan oleh isak tangisnya yang menyayat hati. “Entahlah. Mungkin aku hanya berharap agar Tuhan mengambil saja hasil penelitianku, pekerjaanku, tapi kumohon jangan ambil Ryanku…”
***
“Kematian tunangan Anda ada dampak positifnya juga, eh? Anda jadi tahu kelemahan Emobil dan dapat membenahinya, bukan?” sebuah suara digital yang berasal dari kumpulan elektron yang bergerak-gerak di atas bangku direktur menggema ke seluruh ruang meeting. Tubuh Yola membeku, memerhatikan transmisi realphone antara para staf dengan Pak direktur yang sedang berada di USA. Transmisi itu mengirimkan sinyal elektron dari keseluruhan tubuh, suara, gerakan orang di seberang, sehingga seolah-seolah orang itu hadir di tempat orang yang menghubunginya.
“Eh, iya, Pak.” Jawab Yola gugup, menatap nanar ke lantai. Dicobanya untuk menghadirkan suara Jack dalam pikirannya. Suatu peristiwa itu tidak hanya berdampak negatif—suatu saat kau pasti akan mengetahui dampak positifnya. Yola termenung sesaat. Yah—mungkin apa yang dikatakan Pak Direktur ada benarnya. Pasti ada pelajaran yang bisa diambilnya dari kematian Ryan, ia jadi bisa meningkatkan efisiensi Emobil agar tidak ada Ryan-Ryan lain yang mengalami kecelakaan serupa. Tanpa dikehendakinya, sudut-sudut bibirnya tertarik sedikit ke samping, menyunggingkan senyuman singkat yang membuat orang-orang yang hadir di sana terkaget-kaget.
“Memang kadang harus ada yang dikorbankan,” Yola memulai perlahan. “Aku sadar, sungguh tidak etis aku menempatkan keegoisanku di tengah kepentingan nasional untuk menemukan jalan keluar terhadap masalah krisis energi yang sedang melanda negeri ini. Jadi, aku akan menempatkan kematian Ryan di dalam urusan pribadiku tanpa mengait-ngaitkannya dengan penelitianku. Nah, lupakan Ryan. Mari kita lanjutkan meeting ini.”
“Aku senang melihatmu bersemangat lagi,” ujar Pak Direktur.
“Hei, bagaimana kalau kita namakan Emobil yang akan kita produksi besar-besaran dengan merek Ryan?” tiba-tiba sebuah suara lantang bergema ke seluruh ruangan, memubuat orang-orang bergumam kaget. Yola sendiri nyaris tersedak mendengarnya.
Jack menjawab singkat, “Kupikir ide yang bagus. Tapi merek Ryan kan norak! Coba pakai tambahan kata lain, tapi tetap ada unsur Ryan-nya. Bagaimana kalau Varian?”
“Itu lebih NORAAK!!” semua yang hadir di sana berteriak. Robboters yang mendengar teriakan itu langsung membunyikan alarm. Suasana mendadak ricuh. Meeting hari itu berakhir menjadi acara kumpul-kumpul para staf penelitian. Jauh di depan mereka, kilau abad-abad Robonium masih menanti. Masa depan baru memasuki babak awal!
***

ANALISIS VOLUMETRI

I. TUJUAN
1.Menguasai teknik analisis volumetri.
2.Mampu melakukan pengolahan data hasil analisis volumetri.

II. DASAR TEORI
Analisis titrimetri adalah analisis kimia kuantitatip dengan cara melakukan titrasi dan menentukan volume larutan penitrir yang konsentrasinya telah diketahui dengan teliti yang bereaksi secara kuantitatip dengan zat yang akan ditentukan.
Larutan penitrir yang konsentrasinya telah diketahui dengan teliti di atas, disebut larutan standar atau larutan lembaga. Konsentrasi larutan standar dinyatakan dalam gram ekivalen/liter atau disebut normalitas.
Proses penambahan larutan standar ke dalam lautan yang akan ditentukan dilakukan melalui buret, dilakukan sampai terjadi reaksi sempurna antara larutan standar dengan zat yang ditentukan. Proses ini disebut titrasi.
Untuk mengetahui telah terjadi reaksi yang sempurna, sering dapat diamati dari terjadinya perubahan pada larutan yang ditentukan; misalnya dengan terjadinya perubahan warna, timbulnya endapan, atau terbentuknya senyawa kompleks berwarna. Tetapi kadang terjadinya reaksi yang sempurna ini tidak menimbulkan perubahan fisik yang dapat diamati. Untuk membantu mengetahui terjadi reaksi yang sempurna tersebut perlu ditambahkan senyawa lain yang bertugas memberitahu kepada kita bahwa reaksi sempurna telah terjadi. Senyawa lain yang sengaja ditambahkan untuk menandai terjadinya reaksi yang sempurna di dalam proses titrasi ini disebut indikator.
Saat ketika terjadi reaksi sempurna antara larutan standar dengan zat yang ditentukan di dalam larutan cuplikan disebut Titik Ekivalen. Idealnya, perubahan fisik pada larutan teramati tepat bersamaan dengan terjadinya reaksi sempurna ini. Tetapi hal ini sering sulit dilakukan. Sebagai contoh, keterbatasan kemampuan mata manusia seringkali tidak dapat membedakan larutan yang transparan dengan berwarna pink yang sangat muda, atau warna ungu KMnO4 yang sangat tipis, atau timbulnya endapan yang sangat sedikit. Akibatnya kita cenderung menambahkan larutan standar sedikit berlebih sehingga perubahan fisik yang terjadi pada larutan dapat teramati. Saat ketika terjadinya perubahan fisik pada larutan dapat teramati ini disebut Titik Akhir Titrasi. Selisih volume larutan standar yang ditambahkan pada saat terjadi Titik Ekivalen dengan pada saat Titik Akhir Titrasi disebut kesalahan titrasi. Kesalahan titrasi ini harus ditekan sekecil mungkin. Bagi proses titrasi yang memerlukan indikator, maka pemilihan indikator harus tepat, artinya indikator hanya akan memberikan/menyebabkan perubahan fisik pada larutan pada saat volume larutan standar sedekat mungkin dengan volume yang diperlukan untuk terjadi Titik Ekivalen.
Banyaknya zat yang akan ditentukan dihitung dengan mengukur banyaknya larutan standar yang diperlukan dalam titrasi dengan hukum ekivalensi kimia.
Dahulu titrimetri sering disebut volumetri karena analisis ini melibatkan pengukuran volume larutan standar yang digunakan. Tetapi sekarang lebih lazim disebut titrimetri. Pengertian volumetri dipakai untuk analisis analit yang melibatkan pengukuran volume secara umum. Contoh, penentuan kadar H2O2 dengan cara mereduksi senyawa tersebut menjadi H2O dan O2 menggunakan katalis MnO2. Kadar H2O2 dalam sampel dapat dihitung dengan mengukur volume gas O2 yang dihasilkan dan menghitung jumlah mol gas tersebut. Dari persamaan reaksinya, maka mol H2O2 yang terurai dapat dihitung. Perhatikan bahwa dalam percobaan ini juga ada pengukuran volume, yakni pengukuran gas O2 yang diperoleh dari hasil peruraian.(Sisler, 1980)

III. ALAT DAN BAHAN
Alat :
Aerometer
Buret
Gelas ukur
Gelas beker
Propipet
Corong
Erlenmeyer
Bahan :
HCl pekat
Akuades
Na2B4­O7.H2O
Indikator metil orange
Indikator phenolptalin
NaOH
Na­2CO3
NH4CNS
AgNO3
­HNO3
Ferri amonium sulfat
KBr
AgNO3
NaCl
K2Cr2O4
KMnO4
Na2C2O4
H2SO4
KNO2
Na2S2O3
K2Cr2O7
KI

V. HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
a. Asidi-alkalimetri
1. Pembuatan larutan standar HCl 0,1 N
Pembuatan larutan standar HCl 0,1 N dilakukan dengan cara mengencerkan larutan HCl pekat yang berkadar 32 %. HCl pekat tersebut memiliki normalitas sebesar 10,17 N. Hal ini diketahui dengan menggunakan rumus . Setelah konsentrasinya diketahui, banyaknya akuades yang digunakan untuk pengenceran dapat dicari dengan rumus pengenceran.
2. Standardisasi larutan HCl
V boraks (mL)
V HCl (mL)
25
16,6
25
15,2
25
15,7
Reaksi : Na2B4O7.10H2O + 2 HCl 2 NaCl + 4 H3BO3 + 5 H2
1 mol boraks = 2 grek  N boraks = ½ M boraks
=
= 0,025 N
(V.N) HCl = (V.N) boraks
N HCl =
N1 =
= 0,038 N
N2 =
= 0,041 N
N3 =
= 0,04 N
N HCl =
=
= 0,0396 N  0,04 N
Boraks digunakan sebagai larutan standar dalam standardisasi larutan HCl karena boraks memiliki sifat-sifat :
Memiliki kemurnian yang tinggi.
Tidak higroskopis dan tidak teroksidasi oleh udara.
Memiliki berat ekivalen yang tinggi.
Mudah bereaksi dengan HCl.
Boraks tidak dapat memberikan indikasi yang menunjukkan telah tercapainya titik ekivalen sehingga dalam titrasi ini diperlukan indikator. Indikator yang digunakan adalah MO yang memiliki trayek pH antara 3,1-4,4. Indikator ini akan menunjukkan perubahan warna dari orange-kuning menjadi merah saat titik ekivalen tercapai pada titrasi dengan larutan HCl.
3. Penetapan campuran NaOH dan Na­2CO­3
V campuran (mL)
V HCl pp (mL)
V HCl mo (mL)
25
3,1
14
25
4,5
10
25
3,5
15,2
Reaksi : (i) NaOH + HCl NaCl + H2O
Na2CO3 + HCl NaHCO3 + H2O
(ii) NaHCO3 + HCl NaCl + CO2 + H2O
V HCl (pp) =
= 3,7 mL
V HCl (mo) =
= 13,067 mL
Grek NaOH = grek HCl
Mol NaOH = (V.N) HCl
= (13,067-3,7) x 0,04
= 0,375 mol
Massa NaOH = 0,375 mol x 40 gr/mol
= 15 gram
Grek Na2CO3 = grek HCl
½ mol Na2CO3 = (V.N) HCl
Mol Na2CO3 = 2 x 13,067 x 0,04
= 1,045 mol
Massa Na2CO3 = 1,045 mol x 106 gr/mol
= 110,77 gram
Pada titrasi ini, digunakan indikator PP dan MO (karena terdapat 2 titik ekivalen) serta larutan standar HCl yang telah distandardisasi. Pada titrasi dengan indikator PP, larutan akan berubah dari violet menjadi jernih pada saat titik ekivalen tercapai. Sedangkan pada titrasi dengan indikator MO larutan akan berubah dari orange-kuning menjadi merah pada saat titik ekivalen.
b. Argentometri
Titrasi argentometri pada percobaan ini menggunakan metode Volhard. Pada metode ini, ke dalam larutan yang mengandung ion halogen ditambahkan larutan standar AgNO3 berlebih. Setelah terjadi pengendapan sempurna, kelebihan ion Ag+ dalam larutan dititrasi dengan larutan standar garam tiosianat dan sebagai indikator digunakan garam ferri.
1. Standardisasi larutan NH4CNS
V AgNO3 (mL)
V NH4CNS (mL)
25
25,8
25
26
25
25,7
Reaksi : AgNO3 + NH4CNS AgCNS ( ) + NH4NO3
(V.N) NH4CNS = (V.N) AgNO3
N NH4CNS =
N1 =
= 0,0484 N
N2 =
= 0,048 N
N3 =
= 0,0486 N
N NH4CNS =
=
= 0,048333 N  0,048 N
Larutan NH4CNS perlu distandarkan karena kemurniannya rendah dan kurang stabil (mudah terpengaruh udara luar) sehingga konsentrasinya mudah berubah.
Standardisasi larutan NH4CNS menggunakan indikator campuran larutan garam ferri dan HNO3 (berfungsi agar reaksi berjalan dalam suasana asam). Sebelum dititrasi, larutan berwarna bening. Selama titrasi, larutan akan berubah menjadi putih keruh (warna dari AgCNS). Titrasi dihentikan ketika larutan berubah warna menjadi merah bata akibat terbentuknya kompleks dari ion tiosanat dengan ion Fe3+.
Fe3+ + 6 CNS- [Fe(CNS)6]3- (merah bata)
2. Penentuan bromida dengan cara Volhard
V KBr (mL)
V AgNO3 (mL)
V NH4CNS (mL)
15
25
10,5
15
25
10,7
15
25
10,4
Reaksi : AgNO3 + KBr AgBr ( ) + KNO3 (1 grek = 1 mol KBr)
AgNO3 + NH4CNS AgCNS ( ) + NH4NO3
mgrek AgNO3 = mgrek KBr + mgrek NH4CNS
mgrek KBr = mgrek AgNO3 - mgrek NH4CNS
mmol KBr = (V.N) AgNO3 - (V.N) NH4CNS
mmol 1 = (25 x 0,05)-(10,5 x 0,048)
= 0,746 mmol
mmol 2 = (25 x 0,05)-(10,7 x 0,048)
= 0, 7364 mmol
mmol 3 = (25 x 0,05)-(10,4 x 0,048)
= 0,7508 mmol


Massa KBr (dalam 15 mL larutan) = mmol KBr x Mr KBr
massa 1 = 0,746 mmol x 119 gr/mol
= 88,774 mg
massa 2 = 0, 7364 mmol x 119 gr/mol
= 87,6316 mg
massa 3 = 0,7508 mmol x 119 gr/mol
= 89,3452 mg

Massa KBr =
= 88,5836 mg  88,6 mg
Pada saat titrasi, endapan AgBr akan terbentuk karena hasil kali konsentrasi ion-ionnya telah melampau harga Ksp. Ag+ yang tersisa kemudian bereaksi dengan CNS- membentuk AgCNS. Bila dalam larutan sudah tidak ada Ag+, CNS- akan bereaksi dengan ion Fe3+ membentuk [Fe(CNS)6]3- yang berwarna merah bata.


3. Penentuan klorida dalam garam dapur kasar
V NaCl (mL)
V AgNO3 (mL)
15
14,3
15
14
15
14,4
Reaksi : AgNO3 + NaCl AgCl ( ) + NaNO3
mgrek NaCl = mgrek AgNO3
mmol NaCl = (V.N) AgNO3
mmol 1 = 14,3 x 0,05
= 0,715 mmol
mmol 2 = 14 x 0,05
= 0,7 mmol
mmol 3 = 14,4 x 0,05
= 0,72 mmol

Massa NaCl = mmol AgNO3 x Mr NaCl
massa 1 = 0,715 mmol x 58,5 gr/mol
= 41,8275 mg
massa 2 = 0,7 mmol x 58,5 gr/mol
= 40,95 mg
massa 3 = 0,72 mmol x 58,5 gr/mol
= 42,12 mg

Massa Cl- = massa NaCl
massa 1 = 41,8275 mg
= 25,3825 mg
massa 2 = 40,95 mg
= 24,85 mg
massa 3 = 42,12 mg
= 25,56 mg


Massa Cl- =
= 25,264 mg  25,26 mg
Titik ekivalen ditandai dengan berubahnya warna larutan menjadi merah. Perubahan ini terjadi karena Ag+ berlebih bereaksi dengan ion Cr2O42-.
2 Ag+ + Cr2O42- Ag2Cr2O4 (merah)



c. Permanganometri
Pada titrasi permanganometri, tidak digunakan indikator. Hal ini dikarenakan KMnO4 bersifat autoindikator. Dalam titrasi, sedikit MnO4- berlebih akan menimbulkan warna ungu-kecoklatan yang mudah teramati.
1. Sandardisasi larutan KMnO4
V H2C2O4 (mL)
V KMnO4 (mL)
25
20,2
25
20,1
25
19,9
Reduksi : MnO4- + 8 H+ + 5 e- Mn2+ + 4H2O x 2
Oksidasi : C2O42- 2 CO2 + 2 e- x 5
Reaksi : 2 MnO4- + 5 C2O42- + 16 H+ 2 Mn2+ + 10 CO2 + 8H2O
1 grek H2C2O4 = 2 mol  N H2C2O4 = 2 x
= 2 x
= 0,14 N
(V.N) KMnO4 = (V.N) H2C2O4
N KMnO4 =
N1 =
= 0,1733 N
N2 =
= 0,1741 N
N3 =
= 0,1759 N
N KMnO4 =
=
= 0,1744333 N  0,174 N
KMnO4 perlu distandardisasi karena konsentrasinya mudah berubah (karena pengaruh udara luar dan cahaya).

2. Penentuan nitrit
V KMnO4 (mL)
V NaNO2 (mL)
25
25,6
25
25,6
25
25,5
Reduksi : MnO4- + 8 H+ + 5 e- Mn2+ + 4H2O x 2
Oksidasi : NO2- + H2O NO3- + 2 H+ + 2 e- x 5
Reaksi : 2 MnO4- + 5 NO2- + 6 H+ 2 Mn2+ + 5 NO3- + 3H2O
1 grek NaNO2 = 2 mol
mgrek NaNO2 = mgrek KMnO4
(V.N) NaNO2 = (V.N) KMnO4
N NaNO2 =
N1 =
= 0,1699 N
N2 =
= 0,1699 N
N3 =
= 0,1705 N
Massa NaNO2 = ½ (V.N) NaNO2 x Mr NaNO2
massa 1 = ½ (25,6 mL x 0,1699 N) x 69 gr/mol
= 150,055 mg
massa 2 = ½ (25,6 mL x 0,1699 N) x 69 gr/mol
= 150,055 mg
massa 3 = ½ (25,5 mL x 0,1705 N) x 69 gr/mol
= 149,997 mg
massa NO2- = massa NaNO2
massa 1 = 150,055 mg
= 100,036 mg
massa 2 = 150,055 mg
= 100,036 mg
massa 3 = 149,997 mg
= 99,998 mg
Massa NO2- =
= 100,0233 mg  100 mg
Pada penentuan nitrit, titrasi dilakukan dengan cara terbalik, yaitu larutan NaNO2 yang digunakan sebagai penitarsi, bukan larutan standar KMnO4. Hal ini dilakukan karena dalam reaksi melibatkan penambahan asam dan jika larutan NaNO2 ditambahkan asam maka akan mengakibatkan NaNO2 terurai.
NO2- + H2SO4 HNO2 + HSO4-
3 HNO2 HNO3 + H2O + 2 NO ( )
2 NO ( ) + O2 ( ) 2 NO2 ( )
Pada persamaan reaksi di atas dapat terlihat bahwa asam nitrit yang dihasilkan tidak stabil dan akan terurai yang pada akhirnya akan menghasilkan gas. Semakin banyak asam sulfat yang bereaksi dengan NO2-, maka NO2- akan semakin banyak terurai sehingga jumlah nitrit yang ada akan semakin berkurang. Akibatnya penentuan kadar nitrit dalam larutan tidak bisa dilakukan secara tepat. Oleh karena itu, proses titrasi dilakukan dengan mengasamkan (menambah H2SO4 pekat) ke dalam larutan standar KMnO4, kemudian dititrasi dengan larutan NaNO2. Metode titrasi terbalik ini dikenal dengan sebutan “Lunge”.
d. Iodo-iodimetri
Warna larutan iod 0,1 N cukup tua sehingga iod dapat bertindak sebagai autokatalis. Iod juga memberikan suatu warna ungu atau lembahyung pada pelarut seperti kloroform dan kadang-kadang ini digunakan dalam mendeteksi titik akhir reaksi. Tetapi, untuk mendeteksi titik akhir titrasi lebih lazim digunakan suatu larutan kanji (dispersi koloid) karena warna biru dari kompleks pati-iod berperan sebagai uji kepekaan terhadap iod. Kepekaan tersebut lebih besar dalam larutan sedikit sekali asam daripada dalam larutan netral.
1. Standardisasi larutan Na2S2O4
V K2Cr2O7 (mL)
V KI (mL)
V Na2S2O3 (mL)
10
10
12
10
10
12
10
10
12,6

Reduksi : Cr2O72- + 14 H+ + 6 e- 2 Cr3+ + 7 H2O x 1
Oksidasi : 2 I- I2 + 2 e- x 3
Reaksi : Cr2O72- + 6 I- + 14 H+ 2 Cr3+ + 3 I2 + 7 H2O
I- + I2 I3-
Reduksi : 2 S2O32- S4O62- + 2 e-
Oksidasi : I3- + 2 e- 3 I-
Reaksi : 2 S2O32- + I3- S4O62- + 3 I-
(V.N) K2Cr2O7 = (V.N) Na2S2O7
N Na2S2O7 =
N1 =
= 0,0833 N
N2 =
= 0,0833 N
N3 =
= 0,0793 N
N Na2S2O7 =
= 0,081966 N  0,082 N
2. Penetapan Cu dalam CuSO4
V CuSO4 (mL)
V KI (mL)
V Na2S2O3 (mL)
10
10
11,2
10
10
9,1
10
10
10,4
Reduksi : Cu2+ + e- Cu+ x 2
Oksidasi : 2 I- I2 + 2 e- x 1
Reaksi : 2 Cu2+ + 2 I- 2 Cu+ + I2
Persamaan reaksi dalam bentuk molekul :
2 CuSO4 + 4 KI 2CuI + I2 + K2SO4
Iodium (I2) yang terbebaskan dititrasi dengan larutan Na2S2O3 sehingga tereduksi menjadi I- menurut persamaan reaksi :
Oksidasi : 2 S2O32- S4O62- + 2 e-
Reduksi : I2 + 2 e- 2 I-
Reaksi : 2 S2O32- + I2 S4O62- + 2 I-
mgrek CuSO4 = mgrek Na2S2O3
mmol CuSO4 = (V.N) Na2S2O3
mmol 1 = 11,2 x 0,082
= 0,9184 mmol
mmol 2 = 9,1 x 0,082
= 0,7462 mmol
mmol 3 = 10,4 x 0,082
= 0,8528 mmol

Massa CuSO4 = mmol CuSO4 x Mr CuSO4
massa 1 = 0,9184 mmol x 159,5 g/mol
= 146,4848 mg
massa 2 = 0,7462 mmol x 159,5 g/mol
= 119,0508 mg
massa 3 = 0,8528 mmol x 159,5 g/mol
= 136,0216 mg

Massa Cu2+ = massa CuSO4
massa 1 = 146,4848 mg
= 58,3184 mg
massa 2 = 119,0508 mg
= 47,3964 mg
massa 3 = 136,0216 mg
= 54,1528 mg
Massa Cu2+ =
= 53,2892 mg  53,3 mg

VI. KESIMPULAN
1.Titrasi netralisasi alkalimetri digunakan pada proses standardisasi HCl.
2.Titrasi netralisasi asidimetri digunakan pada proses penentuan massa NaOH dan Na2CO3 dalam larutan campuran.
3.Hasil percobaan titrasi asidi-alkalimetri :
Normalitas HCl standar adalah 0,04 N.
Massa NaOH sebesar 15 gram.
Massa Na2CO3 sebesar 110,77 gram.
4.Standardisasi larutan NH4CNS dan penentuan bromida menggunakan metode Volhard.
5.Penentuan Cl- dalam garam dapur kasar menggunakan metode Mohr.
6.Hasil percobaan titrasi argentometri :
Normalitas NH4CNS standar adalah 0,048 N.
Massa KBr sebesar 88,6 mg.
Massa Cl- sebesar 25,26 mg.
7.Titrasi penentuan nitrit menggunakan metode “Lunge” agar hasil yang diperoleh lebih valid.
8.Hasil percobaan titrasi permanganometri :
Normalitas larutan standar KMnO4 sebesar 0,174 N.
Massa NO2- sebesar 100 mg.
9.Hasil titrasi iodo-iodimetri :
Normalitas larutan standar Na2S2O­3 sebesar 0,082 N.
Massa Cu2+ sebesar 53,3 mg.



VII. DAFTAR PUSTAKA
Sisler, H. H., Dresdner, R. D., Mooney, W.T., Jr., 1980, Chemistry A SYSTEMATIC APPROACH, Oxford University Press : New York
Brady, J.E., 1999, General Chemistry, Principle and Structure, Jilid 2. Bina Rupa Aksara : Jakarta
Mudjiran, 2002, Diktat Kuliah Kimia Analitik, FMIPA UGM : Yogyakarta
Harrizul, Rifa’i, 1995, Asas Pemeriksaan Kimia, UI-Press : Jakarta
Khopkar, S. M., 1990, Konsep Dasar Kimia Analitik, UI-Press : Jakarta

Friday, 10 September 2010

PESAN GURU

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampakmurung.
“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.
“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.
Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.
“Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.
“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru.
“Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.
“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.
“Sekarang kau ikut aku” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka.
“Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya,
“Bagaimana rasanya?”
“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.
“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”
“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.
Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”
Si murid terdiam, mendengarkan.
“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya . Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”

Tuesday, 7 September 2010

Hologram

Pada tahun 1982 terjadi suatu peristiwa yang menarik. Di Universitas Paris, sebuah tim peneliti dipimpin oleh Alain Aspect melakukan suatu eksperimen yang mungkin merupakan eksperimen yang paling penting di abad ke-20. Anda tidak mendapatkannya dalam berita malam. Malah, kecuali Anda biasa membaca jurnal-jurnal ilmiah, Anda mungkin tidak pernah mendengar nama Aspect, sekalipun sementara orang merasa temuannya itu mungkin akan mengubah wajah sains.
Aspect bersama timnya menemukan bahwa dalam lingkungan tertentu partikel-partikel subatomik, seperti elektron, mampu berkomunikasi dengan seketika satu sama lain tanpa tergantung pada jarak yang memisahkan mereka. Tidak ada bedanya apakah mereka terpisah 10 kaki atau 10 milyar km satu sama lain.
Entah bagaimana, tampaknya setiap partikel selalu tahu apa yang dilakukan oleh partikel lain. Masalah yang ditampilkan oleh temuan ini adalah bahwa hal itu melanggar prinsip Einstein yang telah lama dipegang, yakni bahwa tidak ada komunikasi yang mampu berjalan lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Oleh karena berjalan melebihi kecepatan cahaya berarti menembus dinding waktu, maka prospek yang menakutkan ini menyebabkan sementara ilmuwan fisika mencoba menyusun teori yang dapat menjelaskan temuan Aspect. Namun hal itu juga mengilhami sementara ilmuwan lain untuk menyusun teori yang lebih radikal lagi.
Pakar fisika teoretik dari Universitas London, David Bohm, misalnya, yakin bahwa temuan Aspect menyiratkan bahwa realitas obyektif itu tidak ada; bahwa sekalipun tampaknya pejal [solid], alam semesta ini pada dasarnya merupakan khayalan, suatu hologram raksasa yang terperinci secara sempurna.
Untuk memahami mengapa Bohm sampai membuat pernyataan yang mengejutkan ini, pertama-tama kita harus memahami sedikit tentang hologram. Sebuah hologram adalah suatu potret tiga dimensional yang dibuat dengan sinar laser. Untuk membuat hologram, obyek yang akan difoto mula-mula disinari dengan suatu sinar laser. Lalu sinar laser kedua yang dipantulkan dari sinar pertama ditujukan pula kepada obyek tersebut, dan pola interferensi yang terjadi (bidang tempat kedua sinar laser itu bercampur) direkam dalam sebuah pelat foto. Ketika pelat itu dicuci, gambar terlihat sebagai pusaran-pusaran garis-garis terang dan gelap. Tetapi ketika foto itu disoroti oleh sebuah sinar laser lagi, muncullah gambar tiga dimensional dari obyek semula di situ.
Sifat tiga dimensi dari gambar seperti itu bukan satu-satunya sifat yang menarik dari hologram. Jika hologram sebuah bunga mawar dibelah dua dan disoroti oleh sebuah sinar laser, masing-masing belahan itu ternyata masih mengandung gambar mawar itu secara lengkap (tetapi lebih kecil). Bahkan, jika belahan itu dibelah lagi, masing-masing potongan foto itu ternyata selalu mengandung gambar semula yang lengkap sekalipun lebih kecil. Berbeda dengan foto yang biasa, setiap bagian sebuah hologram mengandung semua informasi yang ada pada hologram secara keseluruhan.
Sifat “keseluruhan di dalam setiap bagian” dari sebuah hologram, memberikan kepada kita suatu cara pemahaman yang sama sekali baru terhadap organisasi dan order. Selama sebagian besar sejarahnya, sains Barat bekerja di bawah prinsip yang bias, yakni bahwa cara terbaik untuk memahami fenomena fisikal –baik seekor katak atau sebuah atom– adalah dengan memotong-motongnya dan meneliti bagian-bagiannya.
Sebuah hologram mengajarkan bahwa beberapa hal dari alam semesta ini mungkin tidak akan terungkap dengan pendekatan itu. Jika kita mencoba menguraikan sesuatu yang tersusun secara holografik, kita tidak akan mendapatkan bagian-bagian yang membentuknya, melainkan kita akan mendapatkan keutuhan yang lebih kecil.
Pencerahan ini menuntun Bohm untuk memahami secara lain temuan Aspect. Bohm yakin bahwa alasan mengapa partikel-partikel subatomik mampu berhubungan satu sama lain tanpa terpengaruh oleh jarak yang memisahkan mereka adalah bukan karena mereka mengirimkan isyarat misterius bolak-balik di antara satu sama lain, melainkan oleh karena keterpisahan mereka adalah ilusi. Bohm berkilah, bahwa pada suatu tingkat realitas yang lebih dalam, partikel-partikel seperti itu bukanlah entitas-entitas individual, melainkan merupakan perpanjangan [extension] dari sesuatu yang esa dan fundamental.

Agar khalayak lebih mudah membayangkan apa yang dimaksudkannya, Bohm memberikan ilustrasi berikut:
Bayangkan sebuah akuarium yang mengandung seekor ikan. Bayangkan juga bahwa Anda tidak dapat melihat akuarium itu secara langsung, dan bahwa pengetahuan Anda tentang akuarium itu beserta apa yang terkandung di dalamnya datang dari dua kamera televisi: yang sebuah ditujukan ke sisi depan akuarium, dan yang lain ditujukan ke sisinya.
Ketika Anda menatap kedua layar televisi, Anda mungkin menganggap bahwa ikan yang ada pada masing-masing layar itu adalah dua ikan yang berbeda. Bagaimana pun juga, karena kedua kamera diarahkan dengan sudut yang berbeda, masing-masing gambar ikan itu sedikit berbeda satu sama lain. Tetapi sementara Anda terus memandang kedua ikan itu, akhirnya Anda akan menyadari bahwa ada hubungan tertentu di antara kedua ikan itu.
Kalau yang satu berbelok, yang lain juga membuat gerakan yang berbeda tapi sesuai; jika yang satu menghadap kamera, yang lain menghadap ke suatu sisi. Jika Anda tidak menyadari seluruh situasinya, Anda mungkin menyimpulkan bahwa kedua ikan itu saling berkomunikasi secara seketika, tetapi jelas bukan demikian halnya.
Menurut Bohm, inilah sesungguhnya yang terjadi di antara partikel-partikel subatomik dalam eksperimen Aspect itu. Menurut Bohm, hubungan yang tampaknya “lebih cepat dari cahaya” di antara partikel-partikel subatomik sesungguhnya mengatakan kepada kita bahwa ada suatu tingkat realitas yang lebih dalam, yang selama ini tidak kita kenal, suatu dimensi yang lebih rumit di luar dimensi kita, dimensi yang beranalogi dengan akuarium itu. Tambahnya, kita memandang obyek-obyek seperti partikel-partikel subatomik sebagai terpisah satu sama lain oleh karena kita hanya memandang satu bagian dari realitas sesungguhnya.
Partikel-partikel seperti itu bukanlah “bagian-bagian” yang terpisah, melainkan faset-faset dari suatu kesatuan (keesaan) yang lebih dalam dan lebih mendasar, yang pada akhirnya bersifat holografik dan tak terbagi-bagi seperti gambar mawar di atas. Dan oleh karena segala sesuatu dalam realitas fisikal terdiri dari apa yang disebut “eidolon-eidolon” ini, maka alam semesta itu sendiri adalah suatu proyeksi, suatu hologram. Di samping hakekatnya yang seperti bayangan, alam semesta itu memiliki sifat-sifat lain yang cukup mengejutkan. Jika keterpisahan yang tampak di antara partikel-partikel subatomik itu ilusif, itu berarti pada suatu tingkat realitas yang lebih dalam segala sesuatu di alam semesta ini saling berhubungan secara tak terbatas.
Elektron-elektron didalam atom karbon dalam otak manusia berhubungan dengan partikel-partikel subatomik yang membentuk setiap ikan salem yang berenang, setiap jantung yang berdenyut, dan setiap bintang yang berkilauan di angkasa. Segala sesuatu meresapi segala sesuatu; dan sekalipun sifat manusia selalu mencoba memilah-milah, mengkotak-kotakkan dan membagi-bagi berbagai fenomena di alam semesta, semua pengkotakan itu mau tidak mau adalah artifisial, dan segenap alam semesta ini pada akhirnya merupakan suatu jaringan tanpa jahitan.
Di dalam sebuah alam semesta yang holografik, bahkan waktu dan ruang tidak dapat lagi dipandang sebagai sesuatu yang fundamental. Oleh karena konsep-konsep seperti ‘lokasi’ runtuh di dalam suatu alam semesta yang di situ tidak ada lagi sesuatu yang terpisah dari yang lain, maka waktu dan ruang tiga dimensional –seperti gambar-gambar ikan pada layar-layar TV di atas– harus dipandang sebagai proyeksi dari order yang lebih dalam lagi.

Pada tingkatan yang lebih dalam, realitas merupakan semacam superhologram yang di situ masa lampau, masa kini, dan masa depan semua ada (berlangsung) secara serentak. Ini mengisyaratkan bawah dengan peralatan yang tepat mungkin di masa depan orang bisa menjangkau ke tingkatan realitas superholografik itu dan mengambil adegan-adegan dari masa lampau yang terlupakan.
Apakah ada lagi yang terkandung dalam superhologram itu merupakan pertanyaan terbuka. Bila diterima –dalam diskusi ini– bahwa superhologram itu merupakan matriks yang melahirkan segala sesuatu dalam alam semesta kita, setidak-tidaknya ia mengandung setiap partikel subatomik yang pernah ada dan akan ada — setiap konfigurasi materi dan energi yang mungkin, dari butiran salju sampai quasar, dari ikan paus biru sampai sinar gamma. Itu bisa dilihat sebagai gudang kosmik dari “segala yang ada”.
Sekalipun Bohm mengakui bahwa kita tidak mempunyai cara untuk mengetahui apa lagi yang tersembunyi di dalam superhologram itu, ia juga mengatakan bahwa kita tidak mempunyai alasan bahwa superhologram itu tidak mengandung apa-apa lagi. Atau, seperti dinyatakannya, mungkin tingkat realitas superholografik itu “sekadar satu tingkatan”, yang di luarnya terletak “perkembangan lebih lanjut yang tak terbatas.”

Bohm bukanlah satu-satunya peneliti yang menemukan bukti-bukti bahwa alam semesta ini merupakan hologram. Dengan bekerja secara independen di bidang penelitian otak, pakar neurofisiologi Karl Pribram dari Universitas Stanford, juga menerima sifat holografik dari realitas.
Pribram tertarik kepada model holografik oleh teka-teki bagaimana dan di mana ingatan tersimpan di dalam otak. Selama puluhan tahun berbagai penelitian menunjukkan bahwa alih-alih tersimpan dalam suatu lokasi tertentu, ingatan tersebar di seluruh bagian otak.
Dalam serangkaian penelitian yang bersejarah pada tahun 1920-an, ilmuwan otak Karl Lashley menemukan bahwa tidak peduli bagian mana dari otak tikus yang diambilnya, ia tidak dapat menghilangkan ingatan untuk melakukan tugas-tugas rumit yang pernah dipelajari tikus itu sebelum dioperasi. Masalahnya ialah tidak seorang pun dapat menjelaskan mekanisme penyimpanan ingatan yang bersifat “semua di dalam setiap bagian” yang aneh ini.
Lalu pada tahun 1960-an Pribram membaca konsep holografi dan menyadari bahwa ia telah menemukan penjelasan yang telah lama dicari-cari oleh para ilmuwan otak. Pribram yakin bahwa ingatan terekam bukan di dalam neuron-neuron (sel-sel otak), melainkan di dalam pola-pola impuls saraf yang merambah seluruh otak, seperti pola-pola interferensi sinar laser yang merambah seluruh wilayah pelat film yang mengandung suatu gambar holografik.
Dengan kata lain, Pribram yakin bahwa otak itu sendiri merupakan sebuah hologram. Teori Pribram juga menjelaskan bagaimana otak manusia dapat menyimpan begitu banyak ingatan dalam ruang yang begitu kecil. Pernah diperkirakan bahwa otak manusia mempunyai kapasitas mengingat sekitar 10 milyar bit informasi selama masa hidup manusia rata-rata (atau kira-kira sebanyak informasi yang terkandung dalam lima set Encyclopaedia Britannica).

Demikian pula telah ditemukan bahwa di samping sifat-sifatnya yang lain, hologram mempunyai kapasitas untuk menyimpan informasi — hanya dengan mengubah sudut kedua sinar laser itu jatuh pada permukaan pelat film, dimungkinkan untuk merekam banyak gambar berbeda pada permukaan yang sama. Telah dibuktikan bahwa satu sentimeter kubik pelat film dapat menyimpan sebanyak 10 milyar bit informasi.
Kemampuan mengagumkan dari manusia untuk mengambil informasi yang diperlukan dari gudang ingatan yang amat besar itu dapat lebih dipahami jika otak berfungsi menurut prinsip-prinsip holografik. Jika seorang teman minta Anda mengatakan apa yang terlintas dalam pikiran ketika ia menyebut “zebra”, Anda tidak perlu tertatih-tatih melakukan sorting dan mencari dalam suatu file alfabetis raksasa dalam otak untuk sampai kepada suatu jawaban. Alih-alih, berbagai asosiasi seperti “bergaris-garis” , “macam kuda”, dan “binatang dari Afrika” semua muncul di kepala Anda dengan seketika.
Sesungguhnya, salah satu hal paling mengherankan tentang proses berpikir manusia adalah bahwa setiap butir informasi tampaknya dengan seketika berkorelasi- silang dengan setiap butir informasi lain– ini merupakan sifat intrinsik dari hologram. Oleh karena setiap bagian dari hologram saling berhubungan secara tak terbatas satu sama lain, ini barangkali merupakan contoh terbaik dari alam tentang suatu sistem yang saling berkorelasi.
Penyimpanan ingatan bukan satu-satunya teka-teki neurofisiologis yang lebih dapat dijelaskan dengan model otak holografik Pribram. Teka-teki lain adalah bagaimana otak mampu menerjemahkan serbuan frekuensi-frekuensi yang diterimanya melalui pancaindra (frekuensi cahaya, frekuensi suara, dan sebagainya) menjadi dunia konkrit dari persepsi manusia. Merekam dan menguraikan kembali frekuensi adalah sifat terunggul dari sebuah hologram. Seperti hologram berfungsi sebagai semacam lensa, alat yang menerjemahkan frekuensi-frekuensi kabur yang tak berarti menjadi suatu gambar yang koheren, Pribram yakin bahwa otak juga merupakan sebuah lensa yang menggunakan prinsip-prinsip holografik untuk secara matematis mengubah frekuensi-frekuensi yang diterimanya melalui pancaindra menjadi persepsi di dalam batin kita.
Sejumlah bukti yang mengesankan mengisyaratkan bahwa otak menggunakan prinsip-prinsip holografik untuk menjalankan fungsinya. Sesungguhnya, teori Pribram makin diterima di kalangan pakar neurofisiologi. Peneliti Argentina-Italia, Hugo Zucarelli, baru-baru ini memperluas model holografik ke dalam fenomena akustik. Menghadapi teka-teki bahwa manusia dapat menetapkan sumber suara tanpa menggerakkan kepalanya, bahkan jika mereka hanya memiliki pendengaran pada satu telinga saja, Zucarelli menemukan prinsip-prinsip holografik dapat menjelaskan kemampuan ini. Zucarelli juga mengembangkan teknologi suara holofonik, suatu teknik perekaman yang mampu mereproduksi suasana akustik dengan realisme yang mengagumkan.
Keyakinan Pribram bahwa otak kita secara matematis membangun realitas “keras” dengan mengandalkan diri pada masukan dari suatu domain frekuensi juga telah mendapat dikungan sejumlah eksperimen. Telah ditemukan bahwa masing-masing indra kita peka terhadap suatu bentangan frekuensi yang jauh lebih lebar daripada yang dianggap orang sebelum ini. Misalnya, para peneliti telah menemukan bahwa sistem penglihatan kita peka terhadap frekuensi suara, bahwa indra penciuman kita sebagian bergantung pada apa yang sekarang dinamakan “frekuensi osmik”, dan bahkan sel-sel tubuh kita peka terhadap suatu bentangan luas frekuensi. Temuan-temuan seperti itu menandakan bahwa hanya di dalam domain kesadaran holografik saja frekuensi-frekuensi seperti itu dipilah-pilah dan dibagi-bagi menjadi persepsi konvensional.
Tetapi aspek yang paling membingungkan dari model otak holografik Pribram adalah apa yang terjadi apabila model itu dipadukan dengan teori Bohm. Oleh karena, bila kekonkritan alam semesta ini hanyalah realitas sekunder dan bahwa apa yang ada “di luar sana” sesungguhnya hanyalah kekaburan frekuensi holografik, dan jika otak juga sebuah hologram dan hanya memilih beberapa saja dari frekuensi-frekuensi yang kabur dan secara matematis mengubahnya menjadi persepsi sensorik, apa jadinya dengan realitas yang obyektif?
Secara sederhana, realias obyektif itu tidak ada lagi. Seperti telah lama dinyatakan oleh agama-agama dari Timur, dunia materi ini adalah Maya, suatu ilusi, dan sekalipun kita mungkin berpikir bahwa kita ini makhluk fisikal yang bergerak di dalam dunia fisikal, ini juga suatu ilusi.
Kita ini sebenarnya adalah “pesawat penerima” yang mengambang melalui suatu lautan frekuensi kaleidoskopik, dan apa yang kita ambil dari lautan ini dan terjemahkan menjadi realitas fisikal hanyalah satu channel saja dari sekian banyak yang diambil dari superhologram itu.
Gambaran realitas yang baru dan mengejutkan ini, yakni sintesis antara pandangan Bohm dan Pribram, dinamakan paradigma holografik, dan sekalipun banyak ilmuwan memandangnya secara skeptik, paradigma itu menggairahkan sementara ilmuwan lain. Suatu lingkungan kecil ilmuwan –yang jumlahnya makin bertambah– percaya bahwa paradigma itu merupakan model realitas yang paling akurat yang pernah dicapai sains. Lebih dari itu, sementara kalangan percaya bahwa itu dapat memecahkan beberapa misteri yang selama ini belum dapat dijelaskan oleh sains, dan bahkan dapat menegakkan hal-hal paranormal sebagai bagian dari alam. Banyak peneliti, termasuk Bohm dan Pribram, mencatat bahwa banyak fenomena para-psikologis menjadi lebih dapat dipahami dalam kerangka paradigma holografik.
Dalam suatu alam semesta yang di situ otak individu sesungguhnya adalah bagian yang tak terbagi dari hologram yang lebih besar dan segala sesuatu saling berhubungan secara tak terbatas, maka telepati mungkin tidak lebih dari sekadar mengakses tingkat holografik itu. Jelas itu jauh lebih mudah dapat memahami bagaimana informasi dapat berpindah dari batin individu A kepada batin individu B yang berjauhan, dan memahami sejumlah teka-teki yang belum terpecahkan dalam psikologi. Khususnya, Grof merasa bahwa paradigma holografik menawarkan model untuk memahami banyak fenomena membingungkan yang dialami orang dalam keadaan “kesadaran yang berubah” [altered states of consciousness] .
Pada tahun 1950-an, ketika melakukan penelitian terhadap anggapan bahwa LSD adalah alat penyembuhan psikoterapi, Grof mempunyai seorang pasien wanita yang tiba-tiba merasa yakin bahwa dia mempunyai identitas seekor reptil betina prasejarah. Selama halusinasinya, dia tidak hanya menguraikan secara amat mendetail tentang bagaimana rasanya terperangkap dalam wujud seperti itu, melainkan juga mengatakan bahwa bagian anatomi binatang jantan adalah sepetak sisik berwarna pada sisi kepalanya.
Yang mengejutkan Grof ialah bahwa, sekalipun wanita itu sebelumnya tidak mempunyai pengetahuan tentang hal-hal itu, suatu percakapan dengan seorang ahli zoologi belakangan menguatkan bahwa pada beberapa spesies reptilia tertentu bagian-bagian berwarna dari kepala memainkan peran penting untuk membangkitkan birahi.
Pengalaman wanita itu bukan sesuatu yang unik. Selama penelitiannya, Grof bertemu dengan pasien-pasien yang mengalami regresi dan mengenali dirinya sebagai salah satu spesies dalam deretan evolusi. Tambahan pula, ia mendapati bahwa pengalaman-pengalam an seperti itu sering kali mengandung informasi zoologis yang jarang diketahui yang belakangan ternyata akurat.
Regresi ke dalam dunia binatang bukanlah satu-satunya fenomena psikologis yang menjadi teka-teki yang ditemukan Grof. Ia juga mempunyai pasien-pasien yang tampak dapat memasuki alam bawah sadar kolektif atau rasial. Orang-orang yang tidak terdidik tiba-tiba memberikan gambaran yang terperinci tentang praktek penguburan Zoroaster dan adegan-adegan dari mitologi Hindu. Jenis pengalaman yang lain adalah orang-orang yang memberikan uraian yang meyakinkan tentang perjalanan di luar tubuh, atau melihat sekilas masa depan yang akan terjadi, atau regresi ke dalam inkarnasi dalam salah satu kehidupan lampau.
Dalam riset-riset lebih lanjut, Grof menemukan bentangan fenomena yang sama muncul dalam sesi-sesi terapi yang tidak menggunakan obat-obatan [psikotropika] . Oleh karena unsur yang sama dalam pengalaman-pengalam an seperti itu tampaknya adalah diatasinya kesadaran individu yang biasanya dibatasi oleh ego dan/atau dibatasi oleh ruang dan waktu, Grof menyebut fenomena itu sebagai “pengalaman transpersonal” , dan pada akhir tahun 1960-an ia membantu mendirikan cabang psikologi yang disebut “psikologi transpersonal” yang sepenuhnya mengkaji pengalaman-pengalaman seperti itu.
Sekalipun perhimpunan yang didirikan oleh Grof, Perhimpunan Psikologi Transpersonal [Association of Transpersonal Psychology], menghimpun sekelompok profesional yang jumlahnya semakin bertambah, dan telah menjadi cabang psikologi yang terhormat [di kalangan sains], selama bertahun-tahun Grof maupun rekan-rekannya tidak dapat memberikan suatu mekanisme yang dapat menjelaskan berbagai fenomena psikologis aneh yang mereka saksikan. Tetapi semua itu berubah dengan lahirnya paradigma holografik.
Sebagaimana dicatat Grof baru-baru ini, jika batin memang bagian dari suatu kontinuum, suatu labirin yang berhubungan bukan hanya dengan setiap batin lain yang ada dan yang pernah ada, melainkan berhubungan pula dengan setiap atom, organisme, dan wilayah di dalam ruang dan waktu yang luas itu sendiri, maka fakta bahwa batin kadang-kadang bisa menjelajah ke dalam labirin itu dan mengalami hal-hal transpersonal tidak lagi tampak begitu aneh.
Paradigma holografik juga mempunyai implikasi bagi sains-sains “keras” seperti biologi. Keith Floyd, seorang psikolog di Virginia Intermont College, mengatakan bahwa jika realitas yang konkrit tidak lebih dari sekadar ilusi holografik, maka tidak benar lagi pernyataan yang mengklaim bahwa otak menghasilkan kesadaran. Alih-alih, justru kesadaranlah yang menciptakan perwujudan dari otak — termasuk juga tubuh dan segala sesuatu di sekitar kita yang kita tafsirkan sebagai fisikal.
Pembalikan cara melihat struktur-struktur biologis seperti itu menyebabkan para peneliti mengatakan bahwa ilmu kedokteran dan pemahaman kita mengenai proses penyembuhan juga dapat mengalami transformasi berkat paradigma holografik ini. Jika struktur yang tampaknya fisikal dari badan ini tidak lain daripada proyeksi holografik dari kesadaran, maka jelas bahwa masing-masing dari kita jauh lebih bertanggung- jawab bagi kesehatan diri kita daripada yang dinyatakan oleh pengetahuan kedokteran masa kini. Apa yang sekarang kita lihat sebagai penyembuhan penyakit yang bersifat “mukjizat” mungkin sesungguhnya disebabkan oleh perubahan-perubahan dalam kesadaran yang pada gilirannya mempengaruhi perubahan-perubahan dalam hologram badan jasmani.
Demikian pula, teknik-teknik penyembuhan baru yang kontroversial, seperti visualisasi, mungkin berhasil baik oleh karena dalam domain pikiran yang holografik gambar-gambar pada akhirnya sama nyatanya dengan “realitas”. Bahkan berbagai visiun dan pengalaman yang menyangkut realitas yang “tidak biasa” dapat dijelaskan dengan paradigma holografik. Dalam bukunya “Gifts of Unknown Things”, pakar biologi Lyall Watson menceritakan pertemuannya dengan seorang dukun perempuan Indonesia yang, dengan melakukan semacam tarian ritual, mampu melenyapkan sekumpulan pepohonan. Watson mengisahkan, sementara ia dan seorang pengamat lain terus memandang perempuan itu dengan takjub, ia membuat pepohonan itu muncul kembali, lalu melenyapkannya dan memunculkannya lagi beberapa kali berturut-turut.
Sekalipun pemahaman saintifik masa kini tidak mampu menjelaskan peristiwa-peristiwa seperti itu, berbagai pengalaman seperti ini menjadi lebih mungkin jika realitas “keras” tidak lebih dari sekadar proyeksi holografik. Mungkin kita sepakat tentang apa yang “ada” atau “tidak ada” oleh karena apa yang disebut “realitas konsensus” itu dirumuskan dan disahkan di tingkat bawah sadar manusia, yang di situ semua batin saling berhubungan tanpa terbatas. Jika ini benar, maka ini adalah implikasi paling dalam dari paradigma holografik, oleh karena hal itu berarti bahwa pengalaman-pengalam an sebagaimana dialami oleh Watson adalah tidak lazim hanya oleh karena kita tidak memprogram batin kita dengan kepercayaan- kepercayaan yang membuatnya lazim. Di dalam alam semesta yang holografik, tidak ada batas bagaimana kita dapat mengubah bahan-bahan realitas. Yang kita lihat sebagai ‘realitas’ hanyalah sebuah kanvas yang menunggu kita gambari dengan gambarapa pun yang kita inginkan. Segala sesuatu adalah mungkin, mulai dari melengkungkan sendok dengan kekuatan batin sampai peristiwa-peristiwa fantastik yang dialami oleh Castaneda selama pertemuannya dengan dukun Indian bangsa Yaqui, Don Juan, oleh karena sihir adalah hak asasi kita, tidak lebih dan tidak kurang adikodratinya daripada kemampuan kita menghasilkan realitas yang kita inginkan ketika kita bermimpi.
Sesungguhnya, bahkan paham-paham kita yang paling mendasar tentang realitas patut dipertanyakan, oleh karena di dalam alam semesta holografik, sebagaimana ditunjukkan oleh Pribram, bahkan perisitiwa yang terjadi secara acak [random] harus dilihat sebagai berdasarkan prinsip holografik dan oleh karena itu bersifat determined. ‘Sinkronisitas’ atau peristiwa-peristiwa kebetulan yang bermanfaat, tiba-tiba masuk akal, dan segala sesuatu dalam realitas harus dilihat sebagai metafora, oleh karena bahkan peristiwa yang paling kacau mengungkapkan suatu simetri tertentu yang mendasarinya.
Apakah paradigma holografik Bohm dan Pribram akan diterima oleh sains atau tenggelam begitu saja masih akan kita lihat, tetapi pada saat ini agaknya dapat dikatakan bahwa paradigma itu telah berpengaruh terhadap pemikiran sejumlah ilmuwan. Dan bahkan jika kelak terbukti bahwa model holografik tidak memberikan penjelasan terbaik bagi komunikasi seketika yang tampaknya berlangsung bolak-balik di antara partikel-partikel subatomik, setidak- tidaknya, sebagaimana dinyatakan oleh Basil Hiley, seorang pakar fisika di Birbeck College di London, temuan Aspect “menunjukkan bahwa kita harus siap mempertimbangkan paham-paham baru yang radikal mengenai realitas.”

sumber:http://parapemikir.com/hologram.html